Nakes Penerima Vaksin tak Lolos Persyaratan, Dijadwal Ulang

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Pengecekan kesehatan menjadi faktor penting dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Jika tidak lolos, dipastikan penerima vaksin dijadwal ulang. Termasuk para tenaga kesehatan (nakes) di Kota Semarang yang menjadi prioritas pada vaksinasi tahap pertama ini.

“Jadi sebelum diberi vaksin, vaksinator memastikan terlebih dahulu kondisi kesehatan penerima vaksin. Selain dicek secara fisik, misalnya tekanan darah dan suhu badan, juga ditanya berbagai pertanyaan terkait kondisi calon penerima vaksin,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam, di kantornya, Jumat (15/1/2021).

Lebih jauh dijelaskan, ada 16 pertanyaan yang harus dijawab oleh calon penerima vaksin. Mulai dari apakah yang bersangkutan pernah menderita Covid-19, apakah sedang hamil atau menyusui, kemudian tengah mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau tidak.

“Ditanya juga, apakah ada kontak erat atau orang yang terpapar Covid-19 di dalam keluarga atau orang-orang di sekelilingnya. Ada juga apakah punya komorbid atau penyakit penyerta atau tidak, hingga sedang mendapat terapi aktif jangka panjang atau tidak. Semua itu ditanyakan dan harus dijawab dengan sebenar-benarnya, karena ini juga untuk kebaikan yang bersangkutan,” lanjutnya.

Termasuk bagi mereka yang menderita penyakit jantung, autoimun sistemik, hingga penyakit ginjal, juga tidak dapat divaksinasi.

Hasilnya, dari 600 orang nakes yang dijadwalkan melakukan vaksinasi Covid-19 pada hari pertama pelaksanaan di Kota Semarang, Kamis (14/1/2021), hanya 470 orang yang lolos dan mengikuti vaksinasi.

“Sementara untuk data hari ini, kita belum dapat laporannya. Namun yang jelas, para calon penerima vaksin yang tidak jadi divaksin sesuai jadwalnya karena belum memenuhi persyaratan, akan dijadwal ulang. Penjadwalan dilakukan oleh BPJS Kesehatan selaku operator,” tandasnya.

Penjadwalan ulang pelaksanaan vaksinasi bagi nakes yang belum lolos persyaratan tersebut, juga disampaikan Kepala Puskesmas Pandanaran, Nur Dian Rakhmawati.

“Puskesmas Pandanaran Semarang menjadi salah satu puskesmas di Kota Semarang yang ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Dari catatan kita, pada hari pertama seharusnya diikuti 45 nakes, namun hanya 37 orang yang mengikuti vaksinasi. Sementara pada hari ke dua, hanya satu sesi vaksinasi yang diikuti sebanyak 15 orang nakes,” terangnya.

Dian menyebutkan, nakes yang tidak lolos cek kesehatan tersebut akan dijadwalkan ulang oleh sistem.”Kemarin memang ada beberapa yang tidak dapat divaksin, karena ketika cek kesehatannya, misalnya tekanan darah tidak masuk kriteria,” jelasnya.

Sesuai juknis vaksinasi Covid-19, bila berdasarkan pengukuran tekanan darah didapatkan hasil lebih tinggi atau sama dengan 140/90, maka vaksinasi tidak diberikan.

“Sementara untuk nakes yang sudah divaksin, juga langsung mendapatkan SMS blast berupa jadwal vaksinasi selanjutnya serta link sertifikat vaksinasi. Termasuk juga pada kartu vaksinasi, terdapat kontak yang bisa dihubungi jika terjadi efek samping dari vaksinasi,” tandasnya.

Screening kesehatan untuk penerima vaksin juga dilakukan di dua wilayah lain di Jateng, yang mengikuti vaksinasi, yakni di Kabupaten Semarang dan Kota Surakarta.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jateng, pada hari pertama pelaksanaan vaksinasi di Kota Surakarta, dari total 366 orang, sebanyak 330 orang divaksin, 18 orang eksklusi atau dikeluarkan dari daftar, sedangkan 18 orang ditunda. Untuk Kota Semarang, dari 601 orang yang sudah terdaftar, sebanyak 470 orang melakukan suntik vaksin, sedangkan 61 orang ditunda karena alasan kesehatan, dan tak hadir sebanyak 70 orang.

Sementara untuk pelaksanaan vaksin hari pertama di Kabupaten Semarang, belum terlaksana karena kendala teknis, sehingga menyebabkan proses registrasi ulang terganggu. Persoalan ini sudah dapat diatasi pada hari kedua (Jumat-red) ini.

Lihat juga...