Nelayan Aceh Tak Terpengaruh Musim Paceklik Ikan

Nelayan membawa ikan hasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja di Lampulo, Banda Aceh – foto Ant

BANDA ACEH – Kesatuan Nelayan Republik Indonesia (KNTI) Aceh menyatakan, fenomena musim paceklik ikan atau biasa disebut musim angin barat, tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan di provinsi paling barat Indonesia itu.

“Musim paceklik ikan ini enggak terlalu berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan nelayan kita, karena kita di Aceh ini ada dua musim, musim (angin) Timur dan musim Barat,” kata Ketua KNTI Aceh, Azwar Anas, Selasa (26/1/2021).

Saat ini, Aceh masih dalam kondisi musim angin Timur bagi wilayah laut pesisir Barat Selatan, mulai dari laut Kota Sabang hingga ke Aceh Selatan. Pada musim ini, biasanya gelombang laut tidak besar dan cenderung lebih tenang. Hal itu biasa berlangsung pada Oktober hingga April.

Sedangkan untuk wilayah pantai Timur Aceh, periode ini dalam kondisi musim angin Barat, yang biasanya kondisi gelombang laut cenderung lebih besar. Kemudian, area penangkapan ikan menjadi lebih jauh ke tengah laut, mulai dari 30 mil ke tengah laut. Hal itu juga membuat para nelayan pesisir Timur Aceh banyak mencari ikan ke wilayah pantai Barat Selatan Aceh. Sehingga nelayan Aceh masih tetap melakukan aktivitas penangkapan seperti biasanya.

“Musim timur, area penangkapan ikannya itu 10 mil ke bawah. Ini nelayan tradisional kita lebih banyak menangkap seperti ikan rambeu, ikan kapas, dan sejenisnya. Sedangkan 10 mil ke atas itu baru banyak seperti ikan tuna, ikan tongkol,” katanya.

Meski sebagian wilayah Aceh sedang mengalami musim angin barat, menurut Azwar, tidak sedikit juga nelayan tradisional di Tanah Rencong yang tetap melaut. “Sekarang kita lihat walau musim barat, makin banyak juga dapat ikan besar, tapi syaratnya, area penangkapannya itu mulai dari 20 mil tengah, jadi memang enggak semua nelayan, hanya yang berani-berani saja melaut,” katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar menyatakan, perkiraan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Aceh masih cenderung aman dalam beberapa hari kedepan. “Untuk tiga hari ke depan ini tinggi gelombang laut di Aceh 0,5 sampai 1,25 meter, jadi nelayan masih aman untuk melaut,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Aceh Besar, Zakaria Ahmad.

Perkiraan tinggi gelombang laut itu meliputi wilayah Sabang-Banda Aceh, Perairan Utara Sabang, Utara Timur Aceh, Barat Selatan Aceh, Selat Malaka bagian Utara dan Samudera Hindia Barat Aceh. “Kalau untuk Samudera Hindia Barat Aceh ini udah harus hati-hati, karena sudah sedikit tinggi gelombang lautnya mulai 1,5 sampai 2,5 meter,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...