Objek Wisata di Bakauheni Kembali Dibanjiri Pengunjung

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sejumlah objek wisata di Bakauheni, Lampung Selatan, kembali dibanjiri pengunjung, setelah sebelumnya ditutup selama dua hari. Meski protokol kesehatan diterapkan ketat, tak menyurutkan animo wisatawan untuk datang ke sejumlah pantai di wilayah tersebut.

Saiman Alex, Kepala Pokdarwis Minang Rua Bahari, menyebut objek wisata pantai di wilayahnya ditutup sejak Kamis (31/12/2020) hingga Jumat (1/1/2021), yang merupakan instruksi tim gugus tugas penanganan Covid-19 dalam upaya mencegah kerumunan.

Namun usai ditutup selama dua hari, objek wisata di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni itu kembali dibanjiri wisatawan. Dalam momentum liburan tahun baru, pengunjung mencapai ratusan orang. Jumlah itu pun, menurutnya sudah memperhitungkan kapasitas objek wisata bahari untuk menghindari kerumunan. Kapasitas saung, warung dan spot di pantai dibatasi dengan proses penghitungan.

Saiman mengatakan, pengelola objek wisata pantai Minang Rua akan menutup portal saat kapasitas pengunjung lebih dari ketentuan. Sesuai ketentuan, kapasitas pengunjung dibatasi 50 persen dari daya tampung. Daya tampung objek wisata mencapai 500 orang, saat wisatawan mencapai 250 orang akan dilakukan pembatasan. Petugas berjaga di pintu masuk sekaligus mencatat asal wisatawan.

“Pengunjung asal luar daerah kita catat untuk memudahkan tracing. Jika ada temuan Covid-19 akan memudahkan pelacakan, sebab setelah kemarin sempat ditutup banyak wisatawan yang datang dari lokal Lampung Selatan hingga Lampung Timur dan Bandar Lampung,” terang Saiman Alex, saat ditemui Cendana News, Minggu (3/1/2021).

Pembukaan objek wisata bahari usai ditutup, sebut Saiman Alex, sekaligus meningkatkan tingkat hunian penginapan. Sesuai data di objek wisata Minang Rua, disediakan fasilitas villa, homestay, cottage, penginapan dan fasilitas tenda untuk berkemah. Okupansi sejumlah penginapan telah terisi hampir 100 persen untuk menikmati akhir tahun dan awal tahun.

Sempat ditutup untuk kegiatan wisata, Saiman Alex menyebut prioritas hunian diberikan kepada wisatawan yang telah melakukan reservasi. Sejumlah pemilik villa telah mewajibkan pemesan kamar memperlihatkan surat rapid test. Cara tersebut ditempuh untuk mencegah penularan Covid-19 dan menjadi kluster baru tempat wisata. Pengunjung yang datang wajib menerapkan protokol kesehatan.

“Pengunjung yang datang tanpa menggunakan masker akan diputar balik oleh petugas, karena kami menerapkan protokol kesehatan ketat,” cetusnya.

Villa Kedas, penginapan Miang yang semula tidak diisi oleh wisatawan juga mulai banyak dipesan. Pemesanan penginapan dilakukan untuk menikmati akhir pekan. Sebab, sebagian warga kembali masuk kerja pada Senin (4/1/2021). Petugas balawista atau penjaga pantai dan petugas keamanan disiagakan untuk mengawasi aktivitas wisatawan yang berenang di pantai.

Kunjungan wisatawan yang meningkat juga terjadi di Pematang Sunrise. Objek wisata yang juga ada di Desa Kelawi tersebut kembali menjadi magnet bagi wisatawan.

Subandi, pemilik lahan objek wisata dengan daya tarik melihat suasana Selat Sunda dari ketinggian itu sempat ditutup dua hari. Peminat sebagian besar merupakan pecinta alam yang melakukan aktivitas berkemah (camping).

“Kami sempat tutup dua hari bagi kunjungan wisatawan jadi kesempatan untuk pembenahan fasilitas,” terang Subandi.

Kunjungan secara bertahap menyesuaikan kapasitas pengunjung dilakukan pengelola. Objek wisata yang baru hits tersebut juga telah dilengkapi fasilitas musala, rumah pohon, gardu pandang, toilet dan sejumlah kantin. Seluruh pengunjung wajib menerapkan protokol kesehatan. Estimasi kunjungan saat akhir pekan bisa mencapai ratusan orang menikmati pematang sunrise.

Ayusherly, salah satu wisatawan, mengatakan destinasi wisata alam tersebut cukup menarik untuk swafoto yang akan diunggah ke media sosial. Spot untuk fotografi telah ditambah untuk pengelola, di antaranya rumah pohon. Pemandangan yang unik dengan laut, tambak dan perbukitan bisa menjadi pelepas penat saat akhir pekan.

Pengunjung kerap memilih menikmati suasana pematang sunrise dengan menginap. Fasilitas hammock, tenda yang disiapkan kerap digunakan untuk menikmati matahari terbit. Aktivitas berkemah menjadi cara untuk menikmati suasana alam perbukitan yang indah dan pemandangan Selat Sunda.

Lihat juga...