Objek Wisata Wayang Windu Berhasil Gerakkan Ekonomi Masyarakat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Siapa sangka, objek wisata alam Wayang Windu, yang telah populer berkat pesona hijau perkebunan teh hingga ke mancanegara itu, ternyata hadir berkat keisengan seorang Ije Rohimat, Buruh Tani di perkebunan teh milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII, di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ije Rohimat, Buruh Tani di perkebunan teh milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII, sekaligus Penggagas Wisata Wayang Windu, di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, saat ditemui, Selasa (26/1/2021). Foto: Amar Faizal Haidar

Ije mengungkapkan, bahwa semula ia kerap melihat anak-anak remaja setempat bermain dan berswafoto di area perkebunan teh. Ije mengajak dua rekannya, yakni Cecep dan Cacang untuk membuat jembatan dari bambu di atas perkebunan, agar pemandangannya bisa tampak lebih indah.

“Jembatan itu juga bikinnya iseng. Biar anak-anak tambah suka. Ternyata benar, habis itu malah tambah banyak yang datang berfoto, bahkan orang dari luar Pangalengan pun ada,” terang Ije kepada Cendana News di Wayang Windu, Selasa (26/1/2021).

Setelah itulah ide untuk menjadikan Wayang Windu sebagai objek wisata lahir. Ije meminta izin kepada PTPN VIII sebagai pemilik lahan terkait wacana tersebut, dan syukurnya ide itupun disambut baik.

“Karena sudah diizinkan, akhirnya objek wisata ini kita bangun di bawah pengelolaan Koperasi Petani Kertamanah. Kita mendesain wisata ini secara sederhana saja, memanfaatkan kayu bekas pohon tumbang, lalu membikin spot-spot foto yang menarik buat anak-anak sekarang,” tukas Ije.

Di awal 2019, wisata alam Wayang Windu pun resmi dibuka. Pengelola memasang tarif masuk kawasan wisata Rp10.000 per orang. Sejak saat itu antusiasme pengunjung terus bertambah, bahkan hingga ke mancanegara.

“Alhamdulillah pernah ada orang Spanyol, Jepang, Cina dan Italia yang datang ke sini. Alhamdulillah juga pengunjungnya selaru ramai, apalagi kalau akhir pekan,” tutur Ije.

Roda perekonomian wilayah setempat semakin tumbuh berkat Wayang Windu. Ije menyebut Karang Taruna Desa diberikan kewenangan untuk mengelola area parkir. Kemudian para petani juga diberikan kesempatan untuk membuka usaha warung.

“Tetap semua di bawah pengelolaan Koperasi Kertamanah. Kita bersyukur diberikan keindahan alam seperti ini, jadi hanya dengan sentuhan sedikit kita bisa gerakkan perekonomian,” papar Ije.

Di tempat yang sama, Asep Petugas Keamanan di area Perkebunan Teh juga mendapat berkah tersendiri. Pasalnya ia kini ikut diberdayakan untuk mengamankan kawasan wisata Wayang Windum

“Kita security ini juga dilibatkan. Kan kita kerja sistemnya shift kalau di PTPN. Jadi shiftnya itu ditambah buat jaga kawasan wisata,” tukasnya.

Fungsi kemanan semakin penting di masa pandemi Covid-19 ini. Asep mengatakan, berdasarkan ketentuan pengelola, pengunjung diwajibkan menerapkan protokol kesehatan selama berada di objek wisata Wayang Windu.

“Kami yang memastikan bahwa semua pengunjung itu memakakai masker. Kami juga mengimbau agar mereka menjaga jarak serta mencuci tangan di tempat-tempat yang telah disediakan,” pungkasnya.

Lihat juga...