Operasi SAR di Kepulauan Seribu Mulai Difokuskan Mencari Korban

Kepala Basarnasm Marsekal Madya Bagus Puruhito, menyampaikan pernyataan pers di dermaga JICT II Tanjung Priok, Jakarta, Senin (11/1/2021) (foto Ant).

JAKARTA – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyebut, rencana operasi SAR pada Selasa (12/1/2021) mulai difokuskan kepada pencarian korban dari pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

“Rencana besok, walaupun malam ini masih tetap berlangsung, kita fokus melaksanakan evakuasi dan pencarian korban, dan tentunya secara simultan, diikuti oleh pencarian material dan lainnya,” ujar Kepala Basarnas, Marsekal Madya Bagus Puruhito, di dermaga JICT II Tanjung Priok, Jakarta, Senin (11/1/2021).

Ia mengemukakan, evakuasi dan pencarian dengan tiga teori, yakni dengan melakukan pencarian di atas permukaan laut. Kemudian, dengan melakukan penyelaman, dan penyisiran, maupun pemanfaatan alat deteksi sonar yang dimiliki kapal.

Diharapkan, operasi SAR dapat berjalan lancar, sehingga memudahkan tim SAR gabungan melakukan evakuasi dan pencarian korban. “Semoga operasi SAR tetap berjalan dengan lancar dan segera dapat kita menyelesaikannya,” ucapnya.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB. Pesawat diprakirakan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca. Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Keberadaan pesawat itu tengah dalam investigasi dan pencarian oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Koordinasi langsung dilakukan dengan berbagai pihak, baik Kepolisian, TNI maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sementara itu hingga Selasa (12/1/2021), total telah terkumpul 45 kantong jenazah berisi bagian tubuh diduga para korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Airlines SJ182.

Di hari sebelumnya, tim SAR (search and rescue) gabungan Basarnas, TNI-Polri, dan sejumlah relawan, telah mengumpulkan 18 kantong jenazah dari perairan Kepulauan Seribu. “Hari ini kita dapatkan 27 kantong jenazah, yang berisi bagian tubuh manusia. Sehingga total hari ini yang sudah kita dapatkan berjumlah 45 kantong jenazah,” ujar Marsekal Madya Bagus Puruhito, Senin (11/1/2021).

Selain itu, tim gabungan tersebut mengumpulkan lima kantong puing kecil pesawat, sehingga totalnya menjadi 15 kantong. Kemudian untuk puing besar pesawat, ada tambahan lima kantong, sehingga totalnya menjadi 22 kantong. Evakuasi korban berjalan dengan lancar dengan cuaca cerah dan cukup mendukung pencarian pada hari ketiga. Pencarian kotak hitam pun masih berlangsung seiring pencarian korban. (Ant)

Lihat juga...