Orientasi UMKM di Bekasi 2021, Inovasi Memenangkan Pasar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) diharapkan dapat lebih adaptif membuka diri pada informasi untuk terus mengembangkan produk. Karena sekarang orientasinya tidak hanya bagaimana bisa menjual, tetapi harus lebih pada bagaimana memenangkan pasar melalui inovasi.

“Orientasinya sekarang bukan hanya bagaimana menjual atau bertumpu pada omzet tapi harus lebih berkembang yaitu bagaimana memenangkan pasar melalui inovasi. Karena sekarang banyak orang tidak mau lagi bersifat konvensional. Oleh karenanya, jangan terlena dengan kondisi pandemi,” ungkap Benny Tunggul, pendamping UMKM di Kota Bekasi kepada Cendana News, Selasa (5/1/2021).

Dikatakan bahwa UMKM di Bekasi harus inovatif, tangguh, dan tentunya lebih adaptif atau membuka diri terhadap informasi dalam mencari peluang yang terjadi di masa pandemi. Karena support untuk UMKM agar naik kelas terus dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Menurutnya, pada tahun 2021, UMKM di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, akan mengalami naik kelas melalui perhatian dan binaan yang melibatkan lintas instansi dalam memajukan produk pelaku UMKM. Sehingga ke depan akan memiliki daya saing ekspor.

“Dalam waktu dekat ini, akan ada binaan dari direktur bea cukai, melibatkan buyer dan pelaku usaha di kawasan industri M2100 Kabupaten Bekasi. Bea cukai sebagai promotor dan UMKM akan melakukan pameran mengenalkan produk. Sekalian nanti ada kerja sama dengan buyer dalam kegiatan ekspor untuk mengembangkan industri,” ujar Benny Tunggul.

Hal tersebut, jelasnya, diharapkan bisa memberi dampak positif bagi pelaku UMKM agar memiliki daya saing ekspor. Sehingga apa yang direncanakan untuk melahirkan seribu wirausaha baru yang terdiri dari kalangan pelajar ke depan bisa terwujud.

“Saya optimis 2021 UMKM tumbuh berkembang naik kelas. Tahun ini akan banyak produk UMKM tembus ke dunia ritel, melalui rutinitas pameran. Sehingga pelaku UMKM ke depan akan pindah ekspor dari industri rumahan,” tukasnya.

Selama ini, UMKM dikenal hanya sebagai usaha emak-emak. Karena 90 persen pelakunya adalah ibu rumah tangga. Tahun 2021 akan menjadi usaha kompetitif dan akan menjadi pelaku utama yang membantu pemulihan ekonomi di Indonesia.

Benny Tunggul optimis, sebelas kegiatan industri UMKM akan terus berkembang. Terutama didominasi produk makan minum, telekomunikasi, fashion yang lebih aplikatif dan lainnya.

“Satu hal yang harus diperhatikan adalah industri yang berhubungan dengan handycraf harus tetap jadi perhatian. Karena permintaan dari luar negeri terkait art akan tetap banyak. Tentunya dengan terus berkembangnya digitalisasi melalui beragam platform,” jelas dia.

Terakhir optimisme tersebut didorong dengan berlanjutnya kebijakan pusat melalui bantuan presiden sebesar Rp2,4 juta kepada pelaku UMKM, berupa stimulus permodalan untuk usaha mikro.

“Bahwa ada suatu dorongan stimulus. Oleh karenanya, ke depan harus ada supply channel antara industri dan pelaku UMKM. Hal itu juga sebagai suplai untuk dunia industri agar menjadi bagian mata rantai produksi,” pungkasnya.

Terpisah, Aji Ali Sabana, Ketua Skill Development Center (SDC), mengaku, terus melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM untuk meluaskan pasar mereka melalui pengenalan digitalisasi dalam memasarkan produk.

Menurutnya, pelaku usaha biasanya memasarkan produk hanya di sekitar mereka saja. SDC terus melakukan pembinaan untuk membantu pemasaran produk dengan mengenalkan kepada pemerintah daerah, swasta, atau masyarakat, bahwa ada produk UMKM. Baik melalui pameran atau dengan platform tertentu lainnya.

Lihat juga...