Pakar: Kambing/Domba Sanglir Masih Dimungkinkan Menjadi Pejantan

Editor: Makmun Hidayat

YOGYAKARTA — Selama ini banyak anggapan di kalangan para peternak yang menyebut kambing atau domba sanglir sebagai hewan ternak cacat yang tidak bisa dimanfaatkan sebagai pejantan. Anggapan tersebut mungkin tidak ada salahnya. 

Meski begitu pakar hewan ternak Kedokteran Hewan UGM, Dr drh Sarmin MP, memberikan fakta menarik mengenai kambing atau domba sanglir.

Kambing atau domba sanglir sendiri merupakan sebutan yang biasa digunakan bagi domba atau kambing yang mengalami cacat bawaan sejak lahir. Dimana kambing atau domba tersebut hanya memiliki satu buah testis atau buah zakar saja.

Dengan hanya memiliki satu buah testis, seekor domba atau kambing dipercaya sulit untuk bisa menjadi pejantan karena akan kesulitan jika hendak membuahi betina dalam proses kawin secara alami. Hal itu disebabkan jumlah produksi sperma yang dihasilkan cukup minim.

Meski begitu, drh Sarmin, menyebut hewan ternak baik kambing maupun domba sanglir sebenarnya masih dimungkinkan menjadi seekor pejantan. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi.

“Sebenarnya kambing sanglir masih bisa menjadi pejantan asalkan testis yang satunya (testis yang ada) masih normal,” ujarnya kepada Cendana News. Rabu (27/1/2021).

Untuk mengetahui normal atau tidaknya testis tersebut, Sarmin mengatakan peternak bisa melakukan pengecekan secara fisik pada kambing atau domba bersangkutan. Yakni dengan cara merabanya menggunakan jemari tangan.

“Bisa diraba, apakah yang satu berkembang secara normal. Baik itu dari besar tidaknya, maupun halus atau tidaknya permukaan dalam nya,” ungkapnya.

Hal lain yang juga bisa dilakukan untuk mengetahui kemungkinan ternak kambing maupun domba sanglir sebagai pejantan, adalah dengan mengetesnya langsung dengan kambing atau domba betina secara langsung.

“Jika saat didekatkan dengan kambing atau domba betina, nampak birahi dan bergas. Maka ada kemungkinan kambing sanglir itu bisa menjadi pejantan dan bisa membuahi,” ungkapnya.

Meski dari sisi bentuk dan berat tidak berbeda dengan kambing maupun domba normal pada umumnya, kambing atau domba sanglir memang memiliki nilai jual yang lebih rendah. Hal itu dikarenakan kambing atau domba sanglir tergolong sebagai hewan cacat. Sehingga tidak laku dijual sebagai hewan kurban saat hari raya Idul Adha.

“Biasanya hanya dijual secara kiloan sebagai hewan pedaging. Baik itu ke pasar-pasar ataupun ke warung dan restoran,” pungkasnya.

Lihat juga...