Pandemi, Usaha Ternak Hamster Janjikan Omzet Jutaan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Semua orang relatif tahu apa itu hamster. Binatang mungil tak berekor ini, begitu digemari sebagai hewan peliharaan. Aneka tingkah yang lucu dan menggemaskan, menjadikan jenis hewan pengerat ini begitu digemari. Tingginya minat masyarakat untuk memelihara hamster, menjadi sebuah peluang usaha yang cukup menjanjikan. Hal ini  coba dibidik peternak hamster, Taranita Admayati.

Lewat usaha berlabel Waroeng Hamster Semarang, dirinya bersama suami merintis usaha tersebut sejak setahun silam.

“Awalnya memang suka memelihara hamster. Saya melihat penggemar hewan ini cukup banyak, selain itu permintaan hamster juga tinggi. Sering kali saat datang ke toko hewan, hamster menjadi yang paling banyak dicari pembeli. Adanya potensi ini, kemudian saya putuskan untuk usaha ternak hamster,” papar Tara, saat ditemui di rumah sekaligus tempat usaha, Jalan Sumorboto Kota Semarang, Selasa (5/1/2021).


Tingginya minat masyarakat untuk memelihara hewan peliharaan, termasuk hamster menjadi peluang bisnis di tengah pandemi Covid-19, Selasa (5/1/2021). Foto: Arixc Ardana

Dipaparkan, pada awal usaha, dirinya tidak langsung menernakkan hamster, karena cukup berisiko. Jika tidak berpengalaman, anakannya bisa mati, karena hewan tersebut mudah stres.

“Awal-awal karena belum berpengalaman, saya mencoba menjadi reseller dulu. Caranya dengan mengambil anakan hamster, berusia sekitar 1-2 minggu, untuk kemudian dibesarkan. Setelah usia sekitar satu bulan, kemudian hamster tersebut baru saya jual lagi ke pembeli,” terangnya.

Seiring waktu dengan pengalaman yang sudah dimiliki, dirinya kini sudah menernakkan sendiri. Tara menerangkan, ada beberapa jenis hamster yang dikembang biakkannya, mulai dari jenis Campbell, Golden, Syrian hingga Robo.

“Harga jualnya, mulai dari ribuan hingga puluhan ribu rupiah. Misalnya untuk jenis Campbell jika beli grosiran, di atas 20 ekor harga per satuan Rp 5 ribu. Sementara, yang termahal jenis Robo antara Rp 40 – Rp 45 ribu per ekor. Ini harga peternak, nanti di tingkat pedagang pasti lebih tinggi lagi. Semakin besar usianya, harga jualnya juga semakin mahal,” terangnya.

Dijelaskan sejauh ini, permintaan hamster masih cukup tinggi, dalam sebulan setidaknya dirinya bisa menjual lebih dari 150 ekor hamster, dari berbagai jenis. Pangsa pasarnya di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya.

Selain melayani pedagang atau pembeli yang datang langsung ke rumah. Dirinya juga memanfaatkan media sosial melalui akun instagram @waroeng_hasmter.smg.

“Omzetnya lebih dari cukup. Apalagi jika benar-benar dikembangkan dalam skala besar, karena permintaan masih tinggi. Terutama saat ini tengah pandemi Covid-19, peminat hamster juga semakin banyak, karena adanya kebijakan work from home (WFH) hingga pembatasan kegiatan sosial, sehingga masyarakat banyak menghabiskan waktu di rumah dengan menekuni beragam hobi, termasuk memelihara hamster,” terangnya.

Lebih jauh dijelaskan, secara umum untuk pemeliharaan hamster juga relatif mudah. Meski ada hal-hal yang harus diperhatikan, misalnya sektor cuaca.

“Hamster ini tidak tahan panas, namun juga tidak kuat dingin. Kalau kepanasan bisa stres, dan mati. Termasuk juga di tempat dingin, ber-AC, kalau terkena angin dingin secara langsung bisa diare, sakit dan mati juga,” tambahnya.

Untuk itu, dalam pemeliharaan dibutuhkan ruangan dengan sirkulasi udara yang baik, sehingga suhu ruangan bisa terjaga. Sementara untuk pakan, juga mudah, karena lebih banyak biji-bijian.

“Bisa diberi sayur, namun porsinya hanya sedikit, itu pun seminggu sekali. Untuk menguatkan juga bisa ditambahkan vitamin. Sering kali di kalangan pehobi, hamster mereka juga diberi tambahan putih telur rebus, untuk meningkatkan kesehatan,” tandasnya lagi.

Di lain sisi, jika ingin memulai usaha ternak hamster, juga perlu diperhatikan usia kawin masing-masing jenis.

“Misalnya untuk jenis Campbell dan Golden, usia kawin antara 2,5 bulan – 3 bulan, sementara Syrian usia 4-5 bulan, sementara Robo 8-12 bulan. Itu sebabnya harga jenis Robo lebih mahal, karena pengembang biakannya juga lebih sulit. Selain itu, jenis ini juga menjadi hamster terkecil, jadi permintaan juga lebih banyak sehingga lebih mahal,” tandasnya.

Tara menandaskan, untuk memulai usaha ternak hamster, kuncinya adalah ketelatenan, karena perlu memperhatikan setiap detail. Namun hal tersebut, juga sesuai dengan omzet yang didapatkan.

Terpisah, salah seorang penggemar hamster, Rianti, mengaku suka memelihara hewan tersebut karena selain tingkahnya yang lucu, juga tidak perlu banyak perawatan.

“Jika dibanding ikan atau burung, hamster lebih mudah karena pakannya kering, kemudian kandangnya juga kecil. Jadi tidak perlu tempat yang luas,” terangnya.

Selama ini dirinya membeli hamster di toko hewan yang ada di Kota Semarang. “Terkadang juga beli lewat online, karena lebih mudah, hewannya juga diantar sampai di rumah,” pungkas warga Tembalang tersebut.

Lihat juga...