Pantai Muarabungin Bekasi Ramai Pengunjung

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Pantai Muarabungin, Desa Pantaibakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung di liburan tahun baru 2020, dan  pada musim liburan ini ramai dikunjungi wisatawan lokal dan luar daerah. 

“Ramai dikunjungi selama libur tahun baru, sudah tiga hari ini wisatawan datang dari berbagai wilayah di pantai Muara Bungin, Muaragembong,”ungkap Dedi, Ketua Pokdarwis Desa Pantaibakti, pengelola objek wisata tersebut kepada Cendana News, Minggu (3/1/2021).

Dikatakan, bahwa selama akhir tahun Pokdarwis selaku pengelola pantai Muarabungin memastikan semua pengunjung tetap dalam protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan di tempat yang telah disediakan.

Dedi, Ketua Pokdarwis Desa Pantaibakti, (tengah) memastikan seluruh pengunjung mematuhi Prokes selama berada di Pantai Muarabungin, Muaragembong, Minggu (3/1/2021). –Foto: M Amin

“Semua wisatawan yang datang ke sini harus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Dimulai dari pintu masuk sudah di tes suhu” tegasnya, mengatakan bahwa kepolisian dari Polsek Muaragembong, juga ikut turun memastikan sekaligus sosialisasi terkait protokol kesehatan.

Pantai Muarabungin, lanjutnya, memiliki bentangan yang luas dan masih asri. Karena itu, Dedi memastikan lokasi tersebut aman karena banyak tempat untuk wisatawan menikmati panorama keaslian pantai yang masih alami dipenuhi banyak kulit kerang tersebut.

Pengunjung sejak libur natal selalu datang setiap hari, mereka membawa keluarga dari berbagai wilayah kota dan Kabupaten Bekasi untuk bersantai atau makan bersama sambil menikmati suasana dan panorama pantai di masa libur panjang nataru ini. Selama ini, untuk masuk wilayah pantai Muarabungin tidak ditarik retribusi apa pun alias gratis dan hanya ditarik biaya parkir.

Pantai Muarabungi, Muaragembong, menjadi destinasi wisata baru di ujung Utara Bekasi yang mulai dikembangkan pada 2019, dengan jarak tempuh dari Kota Bekasi lebih dari satu jam menggunakan kendaraan roda empat.

Pantai tersebut hadir menawarkan keaslian pantai dipenuhi kulit kerang dan masih banyak rerindangan pohon pantai, seakan belum terjamah hingga menjadi daya tarik tersendiri karena bentangan luas.

Pantauan di lokasi, belum banyak pengembangan arena permainan di lokasi tersebut. Hanya ada beberapa lokasi tempat berswafoto yang dibangun oleh pemuda setempat menggunakan bahan limbah seperti plastik atau ayunan dari kayu seadanya.

Saat ini, banyak pengunjung mengeluhkan terkait akses menuju lokasi pantai Muarabungin, karena terlalu kecil. Hanya bisa dilalui satu kendaraan roda empat. Sehingga harus bergantian dan dijaga oleh pemuda setiap ada kendaraan yang masuk dan atau keluar.

“Bagus tempatnya masih asri, tapi ini jalannya terlalu kecil, tidak memungkinkan jika tidak ada yang jaga akses keluar masuk ke lokasi harus bergantian,” ungkap Daud, pengunjung dari wilayah Kota Bekasi.

Menurutnya, pantai Muarabungin memiliki potensi bagus untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata pantai di wilayah Bekasi. Ia berharap, bisa menjadi alternatif agar menjadi perhatian pemerintah daerah.

Lihat juga...