Pasca-Cuaca Buruk, Tangkapan Ikan di Perairan Lampung Meningkat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Hasil tangkapan ikan nelayan di perairan Lampung mulai meningkat usai cuaca buruk di wilayah tersebut.

Ismanto, salah satu nelayan di pelabuhan perikanan Lempasing, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung menyebut, ia mendapat puluhan kuintal ikan berbagai jenis. Area tangkapan di Teluk Lampung memberinya hasil ikan layur, teri, tongkol dan berbagai jenis ikan lain.

Ismanto (kanan) duduk menunggu proses bongkar ikan bahan baku ikan asin di pelabuhan perikanan Lempasing, Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, Senin (25/1/2021) – Foto: Henk Widi

Hasil tangkapan ikan tersebut menurut Ismanto lebih banyak dibandingkan dua pekan sebelumnya. Pasokan ikan tersebut sebagian besar akan disetor ke pengepul untuk dijual pada sejumlah pasar tradisional.

Selain itu sejumlah produsen pengawetan ikan dengan sistem perebusan mendapat pasokan ikan hasil tangkapannya. Usai mendaratkan ikan pagi hari ia akan berangkat sore hari.

Hasil tangkapan ikan menurut Ismanto menjadi sumber utama pasokan bagi produsen pengawetan ikan. Sebagian dipasok untuk pedagang ikan keliling.

Ia telah memiliki pelanggan tetap untuk jenis ikan layur, selar, teri. Berbagai jenis ikan tersebut dijual dengan sistem keranjang dengan berat rata-rata 15 kilogram. Harga ikan layur per kilogram Rp65.000, ikan teri Rp18.000, selar Rp25.000 per kilogram.

Ikan layur atau Trichiurus lepturus hasil tangkapan nelayan diolah Mardan, warga Kampung Sukamina, Lempasing Teluk Betung Barat, Bandar Lampung untuk ikan asin, Senin (25/1/2021) – Foto: Henk Widi

“Hasil tangkapan ikan nelayan membantu sektor usaha perikanan untuk dijual kembali oleh pedagang keliling atau pelele sehingga perputaran ekonomi membantu warga lain untuk mendapatkan penghasilan,” terang Ismanto saat ditemui Cendana News, Senin (25/1/2021).

Ismanto bilang, kategori pasokan hasil tangkapan akan terdistribusi sesuai kebutuhan. Saat penangkapan ikan di laut sebagian ikan masih tercampur dari berbagai jenis.

Sesampainya di pelabuhan perikanan kru kapal atau bidak akan melakukan pemisahan sesuai kebutuhan. Ikan laut ukuran kecil dominan untuk bahan ikan asin, ikan ukuran sedang hingga besar dijual ke pedagang ikan keliling.

Samiran, pengepul ikan hasil tangkapan nelayan di pelabuhan perikanan Lempasing mengaku stok cukup melimpah. Jenis hasil tangkapan nelayan meliputi udang, cumi cumi, teri dan berbagai jenis ikan lain.

Satu pengepul akan menerima hasil tangkapan dari sejumlah nelayan. Nelayan yang menjual ikan kepadanya kerap berangkat melaut dari modal yang diberikan olehnya.

“Ada nelayan yang memang bekerja dari modal yang saya berikan sehingga ikan otomatis harus dijual ke lapak untuk dijual kembali,” bebernya.

Hasil tangkapan nelayan selanjutnya akan dikirim ke sejumlah pasar. Permintaan ikan menurutnya berasal dari pasar di wilayah Kabupaten Pesawaran, kota Bandar Lampung dan Lampung Selatan.

Sistem pengiriman ikan hasil tangkapan menggunakan bok pendingin yang diberi es. Cara tersebut dilakukan agar ikan yang dikirimkan tetap dalam kondisi segar. Sebagian diambil langsung oleh produsen ikan awetan.

Mardan, produsen ikan asin dan teri kering di Kampung Sukamina, Lempasing menyebut mendapat pasokan lima kuintal ikan. Jenis ikan layur, teri dan selar dibeli dari pengepul sesaat setelah nelayan merapat ke pelabuhan.

Ikan tersebut selanjutnya akan direbus memakai garam untuk pengawetan. Usai direbus selanjutnya ikan akan dijemur pada senoko bambu untuk proses pengeringan.

“Pasokan ikan laut yang melimpah akan memperlancar usaha pembuatan ikan asin, teri,” ujarnya.

Proses produksi ikan asin, teri rebus yang dikeringkan rata-rata butuh waktu sepekan. Permintaan ikan asin, teri rebus dari produsen mencapai 500 kilogram per pekan.

Harga ikan asin di tingkat produsen yang dijual ke pengepul mencapai Rp50.000 dan teri mencapai Rp75.000 per kilogram. Produksi ikan asin dan teri menurutnya tetap stabil selama hasil tangkapan ikan nelayan Teluk Lampung lancar.

Lihat juga...