Pelaku Jasa Transportasi di Lamsel Prioritaskan Prokes

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Penerapan protokol kesehatan (prokes) jadi prioritas pelaku usaha jasa transportasi di Lampung Selatan. Ivan Rizal, Ketua DPC Organda Lampung Selatan menyebut pembatasan kapasitas penumpang diterapkan bagi kendaraan bus, travel dan angkutan umum di Pelabuhan Bakauheni.

Setiap kendaraan wajib membatasi jumlah penumpang saat libur tahun baru. Bus trayek terminal eksekutif Bakauheni tujuan Terminal Rajabasa sebut Ivan Rizal hanya dibatasi setengah kapasitas. Normalnya satu trip perjalanan bus dari Pelabuhan Bakauheni menuju Terminal Rajabasa diisi sebanyak 30 penumpang. Selama pandemi Covid-19 memperhitungkan faktor kesehatan kapasitas penumpang dibatasi hanya 15 penumpang.

Setiap kru kendaraan sebut Ivan Rizal wajib memperhitungkan faktor kesehatan. Penggunaan masker, mencuci tangan, pemindaian suhu tubuh, penyiapan penyanitasi tangan (hand sanitizer) wajib disiapkan. Kru bus dan kendaraan bahkan menyiapkan masker cadangan untuk diberikan pada calon penumpang yang lupa, kehilangan masker.

“Saat tahun baru jumlah penumpang yang akan menyeberang dari Sumatera ke Jawa alami peningkatan, pelaku jasa transportasi tetap menerapkan pengamanan berlapis dalam upaya memprioritaskan faktor kesehatan bagi penumpang meminimalisir penularan dan penyebaran Covid-19,” terang Ivan Rizal saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (1/1/2021).

Ivan Rizal, Ketua DPC Organda Lampung Selatan, Jumat (1/1/2021). -Foto Henk Widi

Antisipasi penularan, penyebaran Covid-19 pada sarana transportasi sebut Ivan Rizal telah dikoordinasikan dengan stakeholder terkait. Sebanyak 30 lebih kapal roll on roll off (Roro) yang dioperasikan saat angkutan libur Natal 2020 dan tahun baru 2021 sebutnya telah menerapkan standar prokes. Kapasitas penumpang kapal diatur agar tidak terjadi penumpukan, kerumunan.

Sejumlah kapal roro di terminal eksekutif dan reguler sebutnya menerapkan standar ketat prokes. Sejak dari pintu kapal, pramugari akan melakukan pemindaian suhu tubuh. Kru kapal saat proses labuh jangkar (anchor) wajib melakukan penyemprotan disinfektan. Penyemprotan disinfektan tersebut bertujuan agar kapal yang akan dioperasikan steril.

“Pengaturan tempat duduk di kapal agar menghindari kontak antar penumpang juga mendukung penumpang yang naik ke kendaraan,” terang Ivan Rizal.

Sukarno, pengemudi bus trayek Terminal Eksekutif Bakauheni tujuan Terminal Rajabasa menyebut standar prokes diterapkan ketat. Sebanyak 16 unit bus yang dioperasikan di terminal eksekutif dan puluhan lainnya di terminal reguler menerapkan pembatasan kapasitas penumpang. Langkah tersebut telah diterapkan sejak setahun silam saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia.

Setiap kendaraan yang akan melakukan pelayanan terlebih dahulu wajib disemprot disinfektan. Sementara di dalam kendaraan kursi telah diberi tanda khusus untuk duduk penumpang. Penerapan pembatasan kapasitas sebutnya secara otomatis berlangsung saat angkutan libur Natal dan Tahun Baru. Sebab jumlah penumpang alami penurunan dari Merak dan Terminal Rajabasa.

“Penerapan prokes dengan pembatasan kapasitas penumpang sudah berlangsung otomatis karena penumpang juga terbatas,” terangnya.

Sebagian pengguna jasa sebutnya memperhitungkan faktor kesehatan. Imbasnya sebagian melakukan antisipasi dengan naik kendaraan carteran. Penumpang memilih kendaraan carteran menghindari kendaraan umum yang sempat diwajibkan untuk melakukan rapid tes antibodi, rapid test antigen. Pilihan mencarter mobil berimbas penumpang bus berkurang.

Penerapan prokes pada kawasan pelabuhan terus dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang, Wilker Bakauheni. Suwoyo, Koordinator KKP Wilker Bakauheni menyebut petugas kesehatan melakukan screening sample rapid test kepada penumpang. Prioritas dilakukan pada penumpang asal Sumatera tujuan Jawa. Sistem screening dilakukan secara sukarela pada rapid test antibodi dan antigen.

“Kami tawarkan kepada calon penumpang kapal yang bersedia,tidak ada paksaan karena ada wilayah yang wajib menunjukkan surat rapid test,” cetusnya.

Sebanyak 50 orang calon penumpang setiap hari sebutnya akan di-screening. Cara tersebut dilakukan untuk mengecek penularan dan penyebaran Covid-19. Antisipasi penumpang asal Sumatera tujuan Jawa dan sebaliknya, alat pemindai suhu tubuh disiapkan. Kedisplinan masyarakat sebutnya telah meningkat dengan memakai masker,menjaga jarak,cuci tangan.

Petugas dan ruang isolasi sebutnya telah disiapkan termasuk ambulans untuk penumpang diduga gejala Covid-19. Penyiagaan petugas sebutnya dilakukan secara menetap dan mobile berkoordinasi dengan pihak rumah sakit rujukan saat libur tahun baru. Sejumlah kapal yang berlayar juga wajib melaporkan kejadian gangguan kesehatan yang dialami penumpang untuk penanganan segera.

Lihat juga...