Pemberian Vaksin Diharapkan Redam Penambahan Kasus Positif Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Bupati Banyumas, Achmad Husein memastikan pemberian vaksin untuk para tenaga kesehatan (nakes), guru, TNI dan Polri akan dilaksanakan pada pertengahan Januari ini. Diharapkan ini akan bisa meredam penambahan angka positif Covid-19.

“Kalau jumlah pastinya berapa, tergantung dari alokasi pusat, kita hanya menerima dan melakukan pendataan saja. Setelah kalangan nakes, guru, TNI dan Polri, dalam waktu yang tidak terlalu lama baru dilakukan vaksin untuk masyarakat umum. Semoga bisa cepat meredam penambahan angka positif,” katanya, Senin (4/1/2021).

Untuk kalangan tenaga kesehatan, total ada 10.389 orang yang diajukan untuk mendapatkan vaksin tahap pertama. Pemberian terhadap empat kalangan ini, sesuai dengan petunjuk dan arahan dari pemerintah pusat.

“Sesuai dengan arahan dari pusat, tenaga kesehatan yang harus diutamakan, karena mereka merupakan garda terdepan di masa pandemi Covid-19 ini,” tuturnya.

Sementara itu, Dandim 0701/Banyumas, Letkol Inf Candra mengatakan, untuk kalangan TNI ada beberapa satuan yang mengajukan vaksin secara terpisah. Sehingga ia mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah TNI yang diajukan untuk mendapatkan vaksin tahap pertama. Namun untuk kalangan internal Kodim Banyumas sendiri jumlah anggotanya ada 650 personil

“Kalau dari Kodim Banyumas, kita mengajukan seluruh jumlah anggota, yaitu ada 650 orang,” katanya.

Pengajuan nama-nama anggota tersebut dilakukan sesuai hirarki pelaporan, yaitu dari Kodim Banyumas ke Korem 071/Wijayakusuma dan seterusnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan, saat ini kasus konfirmasi positif Covid-19 ada 864 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 299 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, 38 orang isolasi khusus dan 527 orang isolasi mandiri. Sedangkan untuk kasus positif yang meninggal dunia di Kabupaten Banyumas sudah mencapai 169 orang atau sudah 5 persen.

“Kalau total kasus positif Covid-19 sudah menyetuh angka 3.714 orang dan 2.681 orang sudah dinyatakan sembuh, yang meninggal dunia ada 169 orang. Bulan Desember kemarin paling banyak terjadi penambahan angka positif maupun yang meninggal dunia,” jelasnya.

Terkait rencana pemberian vaksin dalam waktu dekat ini, Sadiyanto berharap bisa meredakan penambahan angka positif. Hanya saja, mengingat alokasi jumlah vaksin masih terbatas, maka sesuai dengan petunjuk dari pemerintah pusat, dialokasikan untuk beberapa kalangan tertentu terlebih dahulu.

“Informasinya pemberian vaksin dipercepat jadi tanggal 14 Januari dari rencana awal tanggal 22 Januari. Semoga vaksin ini bisa meredakan penambahan kasus positif,” pungkasnya.

Lihat juga...