Pemda Lembata Perpanjang Masa Tanggap Darurat Erupsi Ile Lewotolok

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LEWOLEBA — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) memperpanjang kembali masa tanggap darurat kedua erupsi Gunung Api Ile Lewotolok sejak tanggal 26 Desember 2020 hingga tanggal 2 Januari 2021.

Wakil Bupati Lembata, NTT, Thomas Ola Langoday saat ditemui di rumah jabatan di Kota Lewoleba, Selasa (8/12/2020). Foto : Ebed de Rosary

Warga Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur sesuai dengan keputusan Bupati Lembata nomor 368 tahun 2020 tanggal 23/12/2020, masih harus berada di pengungsia,n baik di rumah warga maupun di Posko Pengungsi di Kota Lewoleba.

“Iya benar ada perpanjangan masa tanggap darurat hingga besok, 2 Januari 2021,” kata Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday saat dihubungi Cendana News, Jumat (1/11/2021).

Thomas mengatakan, perpanjangan masa tanggap darurat dikeluarkan berdasarkan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung berdasarkan pemantauan dari pos pemantau gunung api Ile Lewotolok.

Dia menyebutkan, erupsi gunung api Ile Lewotolok masih terus terjadi sehingga warga tetap diminta untuk berada di lokasi pengungsian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Berdasarkan rekomendasi dari PVMBG maka masa tanggap darurat masih diperpanjang. Nanti akan dilihat kembali besok apakah akan diperpanjang lagi ataukah tidak,” ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Posko Barakat yang menangani pengungsi di rumah warga di Kota Lewoleba, Benediktus Bedil mengatakan, erupsi Gunung Api Ile Lewotolok masih saja terus terjadi.

Ben sapaannya memaparkan, berdasarkan pemantauan beberapa relawan poskonya di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur sejak tanggal 27 Desember 2020 hingga 30 Desember 2020, aktifitas erupsi masih terjadi termasuk saat malam hari.

“Kami tetap menjalankan rutinitas di posko dalam membantu para pengungsi di rumah-rumah warga di Kota Lewoleba dengan menyalurkan berbagai bantuan dari para donatur yang masih berdatangan,” ungkapnya.

Ben menambahkan, pihaknya pun terus melakukan berbagai aktivitas menghilangkan kejenuhan dan stres yang dialami para pengungsi termasuk memeriksa kesehatan mereka dengan bekerjasama dengan para dokter.

Selain itu sebutnya, Posko Barakat juga memberikan makanan tambahan bergizi dari bahan sorgum untuk dikonsumsi para pengungsi yang datang ke posko agar kondisi kesehatan mereka tetap terjaga.

“Kami tetap melayani bantuan bagi para pengungsi sambil memperhatikan imbauan pemerintah terkait masa tanggap darurat. Apabila warga diperbolehkan kembali ke rumah mereka maka kita akan pikirkan bantuan yang diberikan kepada mereka usai kembali nanti,” ucapnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, mengeluarkan SK No: 621 Tahun 2020, tentang Perpanjangan Penetapan Status Tanggap Darurat, Penanggulangan Bencana Erupsi Gunung Ile Lewotolok, di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur tahun 2020.

Dalam SK tersebut, perpanjangan Status Tanggap Darurat penanggulangan bencana erupsi Ile Lewotolok, ditetapkan dari tanggal 13 Desember 2020 sampai tanggal 26 Desember 2020.

Jumlah pengungsi dari Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur di Kota Lewoleba sebanyak 7.274 orang dimana sebanyak 4.261 orang berada di rumah warga ditambah dengan 3.013 jiwa pengungsi di posko terpusat yang dikelola pemerintah.

Lihat juga...