Pemerintah Targetkan Konsumsi Protein Ternak 11 Gram per Hari

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Pemerintah menargetkan tingkat konsumsi protein asal ternak di Indonesia bisa mencapai angka 11 gram per kapita per hari. Target itu pun telah ditetapkan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Beppenas), Suharso Monoarfa, mengungkapkan, pemenuhan protein hewani tersebut sangat penting untuk memperkuat kualitas konsumsi pangan masyarakat, dan dalam jangka panjang akan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Dengan target 11 gram per kapita per hari, maka pada sisi ketersediaan protein hewani, ditargetkan sebesar 2,9 juta ton pada 2024. Program ini juga merupakan langkah pemerintah dalam mengembangkan SDM unggul,” ujar Suharso dalam keterangan tertulis yang diterima Cendana News, Senin (18/1/2021).

Untuk mewujudkan target tersebut, Bappenas akan mulai menggenjot konsumsi di wilayah timur. Bappenas telah menginisiasi program Triple Helix untuk Pengembangan Pertanian/Ketahanan Pangan di Sulawesi Utara bersama Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Universitas Sam Ratulangi Manado, Central Queensland University (CQU), dan Trade and Investment Queensland Government of Queensland.

“Melalui kerja sama kemitraan Triple Helix ini, kami akan memperkuat sistem pangan nasional, khususnya di Kawasan Indonesia Timur, melalui peningkatan produksi pangan yang berkelanjutan,” jelas Suharso.

Lebih lanjut, Suharso menjabarkan, bahwa dalam kerangka kerja sama di Sulawesi Utara, kegiatan diarahkan kepada pengembangan peternakan sapi yang terintegrasi hulu hilir dan mencakup sinergi antar-pihak.

“Kami mendorong pengembangan kerangka pendanaan blended financing, yaitu mensinergikan pembiayaan dari Pemerintah baik APBN maupun APBD, investasi swasta, serta sumber lain yang sesuai dengan peraturan perundangan yang ada,” katanya.

Pada keterangan yang sama, Deputi Bidang Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas, Arifin Rudiyanto, menambahkan, bahwa dalam kerangka peran Bappenas sebagai clearing house, kegiatan Triple Helix di bidang peternakan ini direncanakan menjadi proyek strategis nasional (Major Project) dalam Rencana Kerja Pemerintah.

“Pengembangan sapi di Sulawesi Utara saat ini telah dilakukan melalui pengembangan balai pembibitan, hijauan pakan ternak, optimalisasi reproduksi ternak, peningkatan mutu dan keamanan produk hewan, pelayanan kesehatan hewan, serta fasilitasi sertifikasi, pembiayaan, investasi, dan pemasaran,” tukas Arifin.

Melalui kerja sama kemitraan ini pula, Bappenas merencanakan untuk memperkuat dukungan kegiatan dan pendanaan, baik melalui APBN maupun investor.

“Dalam hal ini Trade and Investment Queensland berkomitmen untuk melakukan investasi sebesar Rp2 triliun untuk pengembangan industri daging sapi dalam kerangka kerja sama kemitraan ini,” pungkas Arifin.

Lihat juga...