Pemimpin Korea Utara Janji Tingkatkan Diplomasi Secara Komprehensif

SEOUL — Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un menjajaki sejumlah upaya untuk memperbaharui hubungan dengan Korea Selatan serta berjanji untuk mengembangkan relasi diplomatik, demikian menurut kantor berita Korea Utara, KCNA, pada Jumat.

Kim menyatakan hal itu dalam kongres ke-8 Partai Buruh–yang digelar di tengah kebuntuan dari negosiasi untuk menghentikan program nuklir dan rudal Korea Utara sebagai ganti dari peringanan sanksi Amerika Serikat.

Pada kongres hari ketiga, Kamis (7/1), Kim mengangkat isu pembentukan kembali kebijakan urusan Korea Selatan “sebagaimana diharuskan karena situasi saat ini dan masa yang berubah” serta membahas kebijakan luar negeri, tulis KCNA dalam laporannya.

“(Kim) mendeklarasikan orientasi umum dan sikap kebijakan partai kita untuk meningkatkan dan mengembangkan relasi eksternal,” tulis KCNA.

Di sisi lain, Presiden Terpilih AS Joe Biden akan menghadapi tugas berat untuk memunculkan terobosan pada jalan buntu Korea Selatan-AS, usai pertemuan kedua antara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump di tahun 2019 gagal mencapai kesepakatan.

Yang Moo-jin, profesor Universitas Kajian Korea Utara yang berada di Seoul, Korea Selatan, menyebut bahwa Kim berupaya memainkan peran yang lebih proaktif dalam hubungan Korea Utara-AS.

Hal itu, menurut Yang, diperjelas dengan posisi Korea Selatan yang meningkat usai berhasil dalam uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) pada 2017 dan pertemuan Kim dengan Trump.

“Ia nampaknya mengukur-ukur jalan untuk menjalin relasi dengan pemerintahan Biden berdasarkan apa yang mereka lihat sebagai nuklir pertahanan diri,” kata Yang. [Ant]

Lihat juga...