Pencegah COVID-19 di Mukomuko Gunakan Biaya Tak Terduga

Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko

MUKOMUKO – Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menyatakan, daerah tersebut menggunakan Biaya Tak Terduga (BTT), untuk kegiatan pencegahan penyebaran dan penularan COVID-19.

“Ada biaya tak terduga sebesar Rp1,1 miliar, untuk penanganan COVID-19, termasuk untuk memperoleh hasil tes cepat COVID-19 milik warga daerah ini,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mukomuko, Bustam Bustamo, Sabtu (9/1/2021).

Bustam Bustomo, yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko mengatakan, biaya tak terduga untuk membiayai kerja sama dengan Unand Padang, yang bisa memberikan hasil tes usap COVID-19 secara cepat. Satgas Penanganan COVID-19 daerah, bisa menggunakan biaya tak terduga, karena dana tersebut untuk penanggulangan bencana. Sedangkan COVID-19 termasuk bencana nonalam.

Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Mukomuko mulai tahun ini melakukan pemeriksaan sampel usap COVID-19 warga setempat di Unand Padang, karena bisa memberikan hasil lebih cepat. Dibutuhkan hasil tes usap COVID-19 secara cepat, agar segera memutuskan rantai penyebaran virus tersebut di daerah itu.

Satgas Penanganan COVID-19 daerah tersebut menjalin kerja sama dengan Unand Padang, dan telah mengadakan rapat terkait dengan solusi peralatan yang bisa mendapatkan hasil tes usap COVID-19 secara lebih cepat.

Selama ini, hasil tes usap dari daerah yang dikirim ke laboratorium di provinsi, dan terlalu lama untuk mendapatkan hasil. Dibutuhkan waktu selama 14 hari untuk mendapatkan hasil. Sehingga daerah tidak bisa cepat untuk melakukan penelusuran riwayat kontak pasien COVID-19. Lamanya hasil tes usap keluar dari provinsi disebutnya, dapat membahayakan masyarakat, terutama bagi mereka yang sudah kontak erat dengan pasien COVID-19 tanpa gejala. (Ant)

Lihat juga...