Pendistribusian Vaksin di Jabar Berdasarkan Tingkat Penyebaran Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memastikan pendistribusian vaksin COVID-19 di wilayahnya dilakukan secara proporsional berdasarkan tingkat penyebaran COVID-19.

Provinsi Jabar mendapat alokasi 97.080 dosis vaksin COVID-19 yang terbagi dalam dua tahap distribusi. Tahap I sebanyak 38.400 dosis. Sementara Tahap II sebanyak 58.680 dosis.

Dipastikan bahwa akan lebih banyak banyak mendapatkan porsi Nakes untuk wilayah Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) dan Bandung Raya. Mengingat lebih banyak tenaga kesehatan yang diberikan vaksin khusus di wilayah zona merah.

“Ada 1.000 nakes (tenaga kesehatan) di zona merah dan 1.000 nakes di zona yang tidak merah, maka proporsinya tidak akan sama meski sama-sama ada 1.000 nakes,” kata Kang Emil, saat menghadiri video conference terkait Penanganan Pandemi COVID-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi bersama Presiden Jokowi, Rabu (6/1/2021).

Berdasarkan data Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar) pada Rabu (6/1/2021) pukul 15:00 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Bodebek dan Bandung Raya mencapai 61.791 kasus.

Sedangkan, berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jabar, terdapat total 161.242 sasaran nakes di 27 kabupaten/kota se-Jabar untuk vaksinasi. Jumlah bisa meningkat dengan penambahan daftar SDM (Sumber Daya 8Jabar membutuhkan sekitar 67 juta dosis vaksin COVID-19 untuk 33,5 juta penduduk atau 70 persen dari populasi.

Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar pun terus meningkatkan kesiapan SDM dan logistik. Dari data Satgas Penanganan COVID-19 Jabar, terdapat 1.094 puskesmas sudah terlatih, 27 wakil supervisor kabupaten/kota sudah terlatih, 67 rumah sakit umum di 27 kabupaten/kota sudah terlatih, 18 RS TNI, Polri, BUMN, sudah terlatih, serta tambahan 46 cold chain TCW 3000.

“Alhamdulillah sekarang kita sudah punya 11.000-an vaksinator yang dilatih sampai akhir bulan Januari. Insyaallah Jabar akan siap (memulai vaksinasi COVID-19),” ucapnya.

Dalam kesempatan itu ia menegaskan bahwa masyarakat yang mengikuti vaksinasi COVID-19 sudah melakukan bela negara dan berkontribusi besar menanggulangi pandemi. Oleh karena itu, Kang Emil mengajak masyarakat yang terdaftar sebagai penerima vaksin untuk mengikuti proses vaksinasi COVID-19 dan diimbau jangan menolak.

“Kalau menolak akan membahayakan kesehatan, keselamatan masyarakat dan keluarga,” kata Kang Emil usai meninjau gudang penyimpanan vaksin COVID-19 di Kota Bandung.

Kang Emil mengatakan, karena menjadi relawan uji klinis fase tiga vaksin COVID-19 Sinovac, dirinya tidak bisa berpartisipasi dalam proses vaksinasi COVID-19.

Meski begitu, kata Kang Emil, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum akan menjadi orang pertama di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar yang menjalani penyuntikan vaksin COVID-19.

“Karena saya sudah jadi relawan vaksin, maka saya tidak bisa ikut divaksin. Nanti saya akan menemani Pak Wakil Gubernur bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, sebagai orang-orang pertama yang akan menjalani penyuntikan vaksin COVID-19,” ucapnya.

Lihat juga...