Penerima Bansos COVID-19 di Riau Mencapai 160.000 Keluarga

Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution (tengah), menyerahkan Bansos COVID-19 secara simbolis di Pekanbaru, Kamis (7/1/2021) – Foto Ant

PEKANBARU – Jumlah penerima Bantuan Sosial (Bansos) dampak pandemi COVID-19 di Provinsi Riau, sesuai data Kementerian Sosial (Kemensos) pada 2021, mencapai 160.000 keluarga.

“Kami hanya menyiapkan data calon penerimanya saja, sesuai dengan kuota yang diberikan. Nanti bank yang akan menyalurkan langsung ke rekening penerima, nanti masyarakat yang sudah ditetapkan sebagai penerima bisa mengambilnya di bank yang sudah ditunjuk, atau di kantor pos,” kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Tengku Zul Effendi, dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Kamis (7/1/2021).

Ia berharap, Bansos bisa tepat sasaran, dan sesuai arahan Presiden Jowo Widodo, diharapkan bisa mengungkit daya beli masyarakat pada masa pandemi. “Sampai saat ini data yang sudah ada sekitar 160 ribu orang penerima, tapi data ini masih terus bergerak karena datanya terus diperbarui,” tandasnya.

Menurut dia, penerima bantuan sosial dibagi ke dalam beberapa kelompok. Masing-masing penerimanya berbeda jumlah bantuannya. Antara lain ada Bantuan Sosial Tunai (BST), yaitu setiap penerima akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp300.000 yang diberikan selama empat bulan berturut-turut, terhitung sejak Januari hingga April 2021.

Penyaluran BST melalui PT Pos Indonesia. Penerima bansos merupakan mereka yang terdata pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun tidak memiliki data di DTKS. Kemudian ada program bantuan Sembako. Program sembako ini secara nasional menyasar 18,8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang disalurkan oleh Himbara melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Penerima program sembako akan mendapatkan bantuan senilai Rp200.000 dan disalurkan mulai Januari hingga Desember 2021.

Yang ketiga adalah Program Keluarga Harapan (PKH), yang secara nasional diperuntukkan bagi 10 juta KPM, dan disalurkan oleh Himbara melalui rekening. Bantuan ini diberikan dalam empat tahap selama satu tahun, yakni Januari, April, Juli dan Oktober.

PKH juga menyasar sejumlah kelompok seperti keluarga yang di dalamnya terdapat ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, penyandang disabilitas, hingga lanjut usia. Bansos untuk KPM PKH disesuaikan untuk setiap komponennya. “Bantuannya ada yang Rp300 ribu per-bulan selama empat bulan, kemudian ada juga bantuan sembako pangan yang bisa diambil di warung-warung yang sudah ditunjuk, kemudian ada juga bantuan sosial tunai sebesar Rp200 ribu per-bulan selama empat bulan,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...