Pengalihan Saluran Kali Cakung Oleh Pengembang Masih Dibiarkan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Pengalihan aliran Kali Cakung di komplek perumahan wahana di wilayah Kelurahan Jatiranggon, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, masih dibiarkan tanpa ada tindakan tegas dari kelurahan atau pun kecamatan setempat.

Maman Warman, pegiat lingkungan di Kota Bekasi, saat memberikan keterangan, Rabu (20/1/2020). Foto: Muhammad Amin

Maman Warman, pegiat lingkungan di Kota Bekasi menyebutkan, pihak pengembang tahun lalu sudah dipanggil oleh Kelurahan dan dan bersedia mengembalikan saluran Kali Cakung seperti sebelumnya. Karena saluran lama tersebut menjadi patok batas wilayah antara kecamatan serta Kelurahan Jatisari dan Jatiranggon.

Tapi terpantau di lokasi saat ini, meski sudah masuk tahun 2021, belum ada tanda perubahan apapun, terlihat aliran Kali Cakung masih belok ke kiri mengikuti sodetan baru oleh pengembang yang dibuat tanpa ada izin sebelumnya. Dampak lain, informasi di lapangan jika air tinggi maka akan meluber di sekitar jalan.

“Kelurahan Jatiranggon melakukan pembiaran. Padahal kami sudah melapor, dan telah dipanggil. Ini akibat hasil rapat terkesan seremonial saja, biar terlihat memperhatikan. Tapi tindak lanjutnya nol,” ungkap Maman Warman kesal atas pembiaran tersebut, Rabu (20/1/2021).

Dia juga menyayangkan minimnya perhatian dari BWSCCC kementerian PUPR yang belum juga turun ke lokasi terkait laporan yang telah disampaikan. Padahal sebelumnya BWSCC menegaskan, apa yang dilakukan pihak pengembang merubah aliran Kali Cakung tersebut tidak benar dan menyalahi.

Belum adanya respon positif dari pemangku kepentingan dalam hal ini pemilik wilayah baik Kecamatan dan Kelurahan setempat. Kang Abel mengaku, akan menggiring Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto meninjau langsung ke lokasi pengalihan aliran Kali Cakung oleh pengembang tersebut.

“Kelurahan sudah di laporkan, kecamatan juga begitu, bahkan BWSCC. Semua mengatakan itu menyalahi, tapi kenapa dibiarkan, pertanyaannya belum ada tindakan nyata. Pihak pengembang belum ada upaya mengembalikan aliran tersebut seperti sedia kala,” tandasnya.

Lurah Jatiranggon dikonfirmasi terpisah, terkait masih dibiarkan pengakuan aliran Kali Cakung oleh pengembang hanya merespon terimakasih atas laporannya, dan hanya menjawab akan dipanggil kembali.

“Terimakasih atas laporannya, dan akan saya panggil kembali pihak pengembang Wahananya. Memang kesepakatan waktu pertemuan tahun lalu pihak pengembang harus memfungsikan kembali aliran Kali Cakung sebelumnya,” jelas dia.

Sebelumnya pengawas wilayah Sungai Bekasi, Cikeas, Cileungsi, Fahmi mengaku sudah mendapat laporan terkait perubahan aliran sungai Kali Cakung di Komplek Wahana oleh pihak developer.

“Saya sudah mendapat laporan langsung seperti video, melihat itu saya simpulkan apa yang dilakukan developer menyalahi. Itu sudah merubah aliran sungai, bukan sodetan baru. Hal tersebut tidak dibenarkan,” ungkap Fahmi kepada Cendana News.

Dia juga memastikan bahwa apa yang dilakukan pengembang Wahana belum mendapat izin dari BBWSCC. Terkait hal tersebut lanjutnya dia telah melanjutkan ke bagian PPNS.

Dikatakan untuk mengubah aliran sungai harus ada mekanismenya tidak asal sodet seperti yang dilakukan pengembang atau Developer Wahana.

Lihat juga...