Pengamat Pendidikan Mendukung Penundaan PTM di Sejumlah Daerah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pengamat pendidikan dari Komnas Pendidikan meminta rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di berbagai daerah Indonesia termasuk wilayah Jawa Barat, untuk ditunda lebih dulu. Pasalnya, kasus terkait Covid-19 di berbagai wilayah Indonesia terus meningkat, belum menunjukkan perbaikan.

Untuk wilayah Jawa Barat sendiri, banyak daerah status masih zona merah, sampai sekarang. Artinya, untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka masih rentan dan memiliki risiko tinggi menyumbang klaster baru.

“Saat ini secara nasional dalam kondisi darurat (70% kamar RS sudah terhuni). Artinya angka kasus masih tinggi, sekolah dan keluarga jangan sampai menjadi klaster baru,” ungkap Andreas Tambah, pengamat dari Komnas Pendidikan, dikonfirmasi Cendana News, Kamis (7/1/2021).

Masalah kejenuhan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) itu pasti ada dan wajar. Namun demikian imbuhnya, diharapkan semua warga atau orang tua murid dan peserta didik memahami persoalan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali secara maksimal. Sehingga jelasnya, masalah kesehatan tetap harus menjadi prioritas.

“Saran saya untuk rekan-rekan pendidik dan kepala sekolah harus mampu mengembangkan PJJ yang lebih kreatif agar dapat mengurangi kebosanan peserta didik. Termasuk penugasan yang lebih menantang daya imajinasi peserta didik,” tukasnya.

Untuk orang tua peserta didik lanjutnya, dia menyarankan untuk mengajak putra-putrinya berdiskusi tentang pelajaran, pendampingan belajar, ajak untuk lebih banyak membaca buku ilmu pengetahuan atau pelajaran lainnya. Sehingga anak-anak tetap di rumah.

Pemerintah Daerah tegasnya, harus serius mencegah pandemi ini. Harus mengutamakan kesehatan warga dan meningkatkan pelayanan PJJ dengan memberikan bantuan kuota dan lainnya. Karena penyebaran bukan hanya di kota besar saja, tapi lebih merata kondisinya sekarang.

Diakuinya, bahwa PJJ mengalami kesulitan besar, baik dari sisi kuota dan lainnya. Ditambah keterbatasan waktu orang tua. Hal tersebut menjadikan orang tua lebih mendukung PTM. Tapi, di sisi lain kesehatan dan keselamatan juga jangan diabaikan.

“Lebih baik PJJ walaiupun berat karena nyawa dan kesehatan lebih utama. Kecuali daerah terpencil yang wilayah hijau. Jawa Barat sendiri masih banyak merah,” pungkasnya.

Pengamat pendidikan di Kota Bekasi, Tengku Imam Kobul, terpisah mengaku, mendukung langkah Pemerintah Kota Bekasi menekankan pembelajaran jarak jauh dengan kondisi saat ini. Menurutnya, wilayah Kota Patriot adalah kommuter, misalknya Kota Bekasi zona risiko sedang, zona kawasan tetangga bisa saja berisiko tinggi atau merah.

“Wilayah Kota Bekasi ini terikat, masuk klaster Jabodetabek. Harus ditunda sampai vaksin bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Lihat juga...