Penjahit Rumahan Manfaatkan Waktu Luang dengan Jahit Masker

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Wiwin Winaningsih, Penjahit Rumahan asal Desa Ancolmekar, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung saat sedang menjahit masker, Selasa (5/1/2021) di rumahnya. Foto Amar Faizal Haidar

BANDUNG — Tingginya kebutuhan masker selama masa pandemi Covid-19 membawa berkah tersendiri bagi Wiwin Winaningsih, Penjahit Rumahan asal Desa Ancolmekar, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Wiwin mengaku telah beberapa kali mendapat job membuat masker kain untuk memenuhi kebutuhan pemerintah, yang akan disalurkan kepada masyarakat secara gratis. Job tersebut tidak ia dapatkan langsung dari pabrik, melainkan dari Pengepul asal Majalaya.

“Mungkin pengepul itu tangan ketiga, makanya upahnya tidak besar,” kata Wiwin kepada Cendana News, Selasa (5/1/2021) di kediamannya.

Dia menyebut, upah produksi masker yang dibayarkan oleh Pengepul kepadanya sebesar Rp4.000 per lusin. Meski terbilang sangat kecil, namun Wiwin bersyukur, lantaran bisa tetap mendapatkan penghasilan, sekaligus mengisi waktu luangnya.

“Sebetulnya lebih enak jahit baju, upahnya lebih besar, Rp3.600 per pcs dan bisa selesai 100 pcs per tiga hari, cuma tidak selalu ada orderannya. Meskipun kecil (produksi masker) biarlah hitung-hitung ngisi kekosongan, kan sekarang orderan jahitan juga lagi turun,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wiwin mengungkapkan, bahwa pengerjaan pembuatan masker ditarget, dalam waktu lima hari harus dapat diselesaikan sebanyak 50 lusin atau sehari 10 lusin. Apabila bisa diselesaikan sesuai target, maka akan diprioritaskan, begitu juga sebaliknya.

“Rata-rata saya sih selusin itu bisa diselesaikan satu jam. Dari pengepul udah dipotong-potong kainnya, jadi kita hanya jahit saja. Ada tiga lapis kain di setiap masker,” tukas Wiwin.

Pemerintah sendiri terus menekankan pentingnya penggunaan masker sebagai salah satu alat pelindung diri, meskipun saat ini telah tersedia vaksin Covid-19. Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tetap akan mengintensifkan gerakan Ayo Pakai Masker.

“Kita harus tetap disiplin menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak walaupun vaksin sudah tersedia. Sebab proses vaksinasi itu butuh waktu, sambil menunggu, kita harus tetap disiplin,” kata Airlangga pada pembukaan perdagangan di Pasar Modal (Bursa Efek Indonesia), di Jakarta, Senin (4/1/2021) kemarin.

Airlangga menegaskan, bahwa vaksinasi Covid-19 telah dipersiapkan untuk menjadi game changer pemulihan ekonomi nasional. Terdapat 3 juta dosis vaksin telah disiapkan dan diharapkan dapat dimulai di pertengahan Januari 2021. Diperkirakan vaksinasi akan terus berlanjut sampai dengan kuartal pertama 2022.

“Masih menunggu Emergency Use Authorization dari Badan POM, juga menunggu kehalalan daripada vaksin ini. Diharapkan semuanya dapat diselesaikan dengan data saintifik yang sudah diperoleh baik dari penelitian di Bandung, Turki, dan Brazil,” pungkas Airlangga.

Lihat juga...