Penjualan Masker Kain Tenun ke Labuan Bajo, Meningkat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Merebaknya wabah Corona membuat permintaan masker meningkat, baik masker medis maupun masker modis berbahan kain tenun asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kebutuhan masker kain tenun untuk fashion ini paling banyak disuplai untuk beberapa gerai penjualan di Kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT.

“Saya sebulan bisa dua kali mengirim masker kain tenun ke Labuan Bajo,” kata pemilik Jaya Baru Art Shop di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT,  Sherly Irawati saat dihubungi, Selasa (12/1/2021).

Pemilik Jaya Baru Art Shop di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Sherly Irawati, saat ditemui di tokonya, Selasa (29/12/2020). Foto: Ebed de Rosary

Sherly mengatakan, sebulan bisa dikirim sebanyak kurang lebih 10 ribu lembar dengan harga Rp15 ribu per lembarnya dan permintaan pun terus berdatangan karena kasus Covid-19 masih terjadi.

Ia menambahkan, selain untuk Labuan Bajo, permintaan masker kain tenun juga datang dari Kupang dan juga beberapa penjual di Bali dan daerah lainnya di Pulau Jawa, meskipun dalam jumlah terbatas.

“Biasanya Kupang juga banyak pesan. Terkadang bisa mencapai 5 ribu lembar per bulannya karena aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa,” ujarnya.

Menurut Sherly, permintaan ke Labuan Bajo meningkat sebab sejak bulan September 2020 sudah banyak kunjungan wisatawan domestik ke daerah ini.

Selain itu tambahnya, banyak acara dari kementerian dilaksanakan di daerah ini. Sebab Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata super premium di Indonesia.

“Kunjungan wisatawan domestik sudah banyak di Labuan Bajo dan Kupang, selain banyak kegiatan yang diadakan di tempat ini. Hal ini membuat kebutuhan masker meningkat,” ucapnya.

Salah seorang warga Manggarai Timur, Antonius Mansi, saat ditemui di Kota Ruteng mengaku, pertumbuhan ekonomi di Kota Labuan Bajo mulai menggeliat kembali menjelang akhir tahun.

Anton sapaannya mengaku, banyak hotel yang mulai terisi akibat sudah mulai ada kunjungan wisatawan domestik  yang terbanyak berasal dari Jakarta.

“Banyak wisatawan dari Jakarta memanfaatkan liburan akhir tahun dengan berwisata di Taman Nasional Komodo. Daya beli masyarakat pun mulai tumbuh kembali,” ungkapnya.

Lihat juga...