Penyulaman dan Tumpang Sari, Cara Petani Cabai Maksimalkan Hasil

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Pola penanaman dengan sistem penyulaman serta tumpang sari jadi cara memaksimalkan hasil panen cabai dan komoditas pertanian lain.

Misriati, pemilik lahan tanaman cabai di menyebut penyulaman dilakukan dengan menyiapkan bibit tanaman baru. Bibit cabai untuk penyulaman akan ditanam mendekati tanaman tidak produktif.

Tanaman cabai rawit, cabai caplak dan cabai merah menurut Misriati memiliki nilai jual yang tinggi. Per kilogram cabai di pasar tradisional dijual seharga Rp75.000 hingga Rp80.000 bahkan bisa mencapai Rp100.000.

Petani di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan itu melakukan proses ngoret untuk membersihkan lahan tanaman cabai dan komoditas pertanian lain.

Proses ngoret memakai gober atau sabit khusus diakui Misriati sekaligus proses penyulaman bibit baru. Penanaman bibit yang telah memiliki ukuran 20 cm tersebut bertujuan meregenerasi tanaman tua. Proses yang disebut penyulaman menurutnya kerap dilakukan petani dalam proses tanaman bergilir. Langkah itu bertujuan mendapat hasil panen sepanjang tahun.

“Tanaman cabai memiliki masa tumbuh maksimal satu tahun produktif sehingga sebelum batang kering sudah disediakan bibit untuk penyulaman sehingga petani tetap bisa mendapatkan hasil terlebih saat komoditas cabai memiliki nilai ekonomis tinggi,” terang Misriati saat ditemui Cendana News, Senin (4/1/2021).

Proses penanaman cabai sistem tradisional sebut Misriati merupakan sistem berhuma. Sistem berhuma merupakan perladangan yang dilakukan dengan membuat gubuk di ladang. Saat masa penanaman, perawatan hingga panen petani akan menginap di ladang. Ia melakukan penanaman cabai dengan jarak yang diatur untuk proses penyulaman tanaman baru.

Rumpun tanaman cabai sebut Misriati bisa dipanen secara bertahap hingga puluhan kali. Jenis bibit yang digunakan merupakan varietas unggul dengan kemampuan produksi hingga belasan kilogram per tahun. Menanam hingga ratusan batang,petani bisa mendapatkan hasil panen hingga satu kuintal sekali panen. Antisipasi hama trip dan gulma rumput, sistem ngoret dilakukan meminimalisir pemakaian zat kimia.

“Sistem penanaman cabai tradisional oleh petani cukup alami sehingga hasil panen bisa dipakai untuk lalapan tanpa kontaminasi bahan kimia,” tegas Misriati.

Proses ngoret yang dilakukan oleh petani sekaligus menjadi waktu untuk penyulaman. Tanah gembur lahan perbukitan menurutnya diperoleh dari pupuk kompos dan kotoran ternak. Pupuk tersebut diperoleh dengan pemanfaatan rumput hasil proses ngoret yang dipendam bersama kotoran kambing dan sapi. Setelah menjadi tanah pupuk ditaburkan pada lahan secara merata.

Proses penyulaman sebut Misriati cukup mudah sebab lokasi pembenihan berada di dekat lahan. Pembuatan lubang dengan jarak yang teratur memungkinkan penanaman bibit baru lebih maksimal. Lubang kerap telah disiapkan sepekan sebelum penyulaman dengan diberi pupuk kompos. Pemberian pupuk kompos akan mempercepat pertumbuhan akar tanaman baru.

“Petani cabai sistem tradisional memasuki masa tanam penghujan atau rendengan sehingga rentan rontok jadi kami menanam di naungan pohon lain,” bebernya.

Ardi Yanto, petani di desa yang sama menyebut pola tanaman bergilir dilakukan dengan penyulaman. Kunci keberhasilan petani cabai bisa memasok sepanjang waktu karena bibit selalu tersedia. Penyediaan bibit memiliki fungsi ganda untuk penanaman tahap berikutnya. Selain itu ketika ada tanaman mati oleh hama ulat,trip langsung bisa diganti tanaman baru.

“Tanaman cabai jadi komoditas pertanian utama karena kami menerapkan tumpang sari dengan tanaman lain,” bebernya.

Penanaman komoditas pertanian campuran sebut Ardy Yanto dilakukan pada areal yang sama. Sisi positifnya ia bisa memanen berbagai jenis tanaman dalam waktu bertahap. Jenis tanaman alpukat dipanen setiap enam bulan, pisang dipanen setiap bulan, kemangi dan sayuran lain dipanen setiap beberapa hari. Cabai jenis rawit bisa dipanen setiap hari dengan sistem pemilahan.

Pertanian tumpang sari cabai bersama tanaman lain sebutnya memberi dampak positif. Tanaman cabai sebutnya akan terlindungi tajuk tanaman alpukat,durian dan pisang. Saat penghujan potensi kerontokan bunga bisa diminimalisir dan saat kemarau tanaman tidak mudah layu. Selain cabai jenis komoditas pertanian Ardy Yanto menanam kacang tunggak untuk sayuran.

Lihat juga...