Persija Jakarta Minta PSSI Segera Tentukan Nasib Kompetisi

Bek tengah Persija Jakarta, Ryuji Utomo (kanan), Presiden klub Persija, Mohamad Prapanca (kiri), dan agen Ryuji Gabriel Budi (kanan), berfoto di Kantor Persija, Jakarta, Selasa (1/12/2020), setelah memastikan peminjaman Ryuji ke klub Malaysia Penang FC – Foto Ant

JAKARTA – Manajemen Persija Jakarta, meminta PSSI untuk segera menentukan nasib penyelenggaraan kompetisi Liga 1 Indonesia, yang hingga saat ini belum menemui titik terang.

Kondisi terakhir, kompetisi tidak mengantongi izin penyelenggaraan dari pihak kepolisian. “Kami memerlukan kepastian terkait kelanjutan kompetisi, apakah akan berjalan atau tidak,” ujar Direktur Persija Jakarta, Ferry Paulus, di Jakarta, Minggu (3/1/2021).

Ferry mengatakan, keputusan PSSI bakal menjadi pertimbangan utama bagi Macan Kemayoran, untuk menentukan langkah terbaik untuk tim. Salah satu yang membuat bimbang adalah kontrak pemain. Sejumlah pemain, kontraknya akan habis dalam waktu dekat. Dan klub tak tahu apakah akan tetap memperpanjang atau melepasnya, seiring ketiadaan kompetisi.

“(Keputusan PSSI) ini untuk menentukan langkah selanjutnya untuk tim, termasuk nantinya terkait kelanjutan kontrak beberapa pemain, yang akan habis. Untuk saat ini, kami belum bisa mengambil keputusan karena ini semua tergantung pada kepastian kompetisi berjalan atau tidak,” tandasnya.

Dalam kabar terakhir, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru masih berupaya meyakinkan kepolisian, untuk bisa mengeluarkan surat rekomendasi. Federasi dan operator ingin, kompetisi bisa berjalan pada awal Februari sesuai rencana awal. Meski belum ada kejelasan kompetisi berjalan kembali atau tidak, baru-baru ini Persija dinobatkan sebagai klub terpopuler ketiga di Asia. Hal itu berdasarkan hasil jajak pendapat, yang digelar konfederasi sepak bola Asia (AFC), sejak 27 Desember 2020 hingga pada 1 Januari 2021.

Bahkan pada jajak pendapat sebelumnya, Persija dinobatkan sebagai yang terpopuler di ASEAN. Macan Kemayoran mengalahkan tim-tim besar Asia Tenggara seperti, Johor Darul Ta’zim. Raihan itu tentunya diapresiasi oleh manajemen Persija Jakarta.

Manajemen melihat, di balik prestasi itu tersimpan kerinduan pecinta sepakbola tanah air, untuk menyaksikan klub kesayangannya berlaga, meski lewat layar kaca. Di samping itu berharap bisa menjadi pemantik bagi kepolisian dalam memberikan izin kompetisi. “Semua pihak sudah merindukan kompetisi bergulir kembali, apalagi para penggemar sepak bola. Lebih jauh lagi, dengan adanya kompetisi, semua kegiatan di Klub dan tim Persija akan kembali berjalan,” jelasnya. (Ant)

Lihat juga...