Pertamina Regional JBT: Konsumsi BBM Libur Nataru Tinggi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020-2021 lalu, Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) mengoptimalkan layanan pengisian bahan bakar minyak (BBM) melalui Pertashop di tujuh rest area Tol Trans Jawa.

Pjs Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional JBT, Kevin Kurnia Gumilang, saat dihubungi di Semarang, Selasa (1/5/2021). Foto Arixc Ardana

Kehadiran fasilitas pengisian BBM mini SPBU tersebut, dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pemudik. Tercatat dari konsumsi harian dari total di tujuh Pertashop selama 16 hari pada masa satgas Nataru yakni 19 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021, mencapai sebanyak 13 kiloliter (KL) per hari khusus untuk produk Pertamax.

“Konsumsi tertinggi terdapat di Pertashop Rest Area KM 294 B (tol Pemalang-Batang) yaitu 2,6 KL per hari. Jika dibandingkan berdasarkan produk, konsumsi tersebut mendekati angka konsumsi Pertamax di SPBU reguler Tol Trans Jawa pada masa normal, yang mencapai 3 KL per hari, tepatnya di SPBU Rest Area KM 360 B,” papar Pjs Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional JBT, Kevin Kurnia Gumilang, saat dihubungi di Semarang, Selasa (1/5/2021).

Hal tersebut menunjukkan keberadaan Pertashop, membantu kelancaran pengisian BBM selama masa libur Nataru. “Sekaligus menjadi solusi dalam memecah antrean panjang di sejumlah rest area di jalan tol, sehingga, pemudik yang akan mengisi BBM di rest area tidak terlalu lama mengantre,” tambahnya.

Secara terperinci, jumlah Pertashop yang disediakan yakni empat unit dari arah Jakarta menuju Surabaya (Ruas A) KM 252, 275, 456, 519 dan tiga unit dari arah Surabaya menuju Jakarta (Ruas B) yakni KM 294, 456 dan 519.

Sementara, Senior Supervisor Communication & Relations Pertamina Regional JBT, Arya Yusa Dwicandra, menambahkan pihaknya juga terus mendorong pertumbuhan Pertashop, sebagai lembaga penyalur BBM di tingkat desa atau kecamatan, yang secara resmi dikelola oleh Pertamina.

“Selain pengoptimalan Pertashop, dalam membantu kelancaran pengisian BBM di tol Trans Jawa selama libur Nataru, kita juga terus mendorong penyebaran Pertashop di tingkat desa atau kecamatan di Jateng, dalam upaya pemerataan pendistribusian BBM hingga ke pelosok atau daerah pedesaan yang belum terjangkau SPBU,” terangnya.

Menurutnya kehadiran Pertashop di pedesaan, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan mendekatkan sumber penyaluran energi yang aman dan berkualitas, di tengah masyarakat. “Terlebih pengelolaan Pertashop ini bisa dilakukan oleh badan usaha milik desa (Bumdes), sehingga bisa dioptimalkan untuk pembangunan desa dan masyarakat,” lanjutnya.

Investasi terendah diberi harga kurang lebih Rp250 juta untuk perangkat modular Pertashop. Nilai tersebut belum termasuk lahan dan ongkos kirim. “Bisnis Pertashop cukup menjanjikan, setidaknya penjualan per hari antara 400 liter bahkan hingga 1 kiloliter,” tandas Arya.

Sejauh ini untuk wilayah Pertamina Regional JBT, yang mencakup Jateng-DIY, sudah ada sebanyak 106 unit Pertashop yang telah beroperasi. “Tersebar di 28 kabupaten di dua wilayah tersebut, dengan 100 unit Pertashop di Jateng dan sisanya di DI Yogyakarta,” pungkasnya.

Lihat juga...