Piknik di Taman Kota Semarang, Alternatif Berwisata Bersama Keluarga

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Taman kota tidak hanya menjadi upaya untuk mewujudkan kelestarian lingkungan, sebagai paru-paru kota, namun juga menjadi  keseimbangan unsur sosial dan budaya. Termasuk, menjadi tempat bagi masyarakat untuk beraktivitas, hingga berwisata.

Termasuk di antaranya di Taman Indonesia Kaya, Kota Semarang. Tidak hanya digunakan sebagai lokasi untuk penyelenggaraan kegiatan atau event, taman yang terletak di Jalan Menteri Supeno Semarang tersebut, juga dimanfaatkan masyarakat untuk tujuan wisata.

Mengusung tema percampuran antara budaya dan seni digital, Taman Indonesia Kaya menjadi hiburan baru bagi masyarakat Semarang maupun para wisatawan yang berkunjung.

Salah satunya, Ahmad Ripai, yang mengajak keluarganya untuk jalan-jalan sore di seputaran Taman Indonesia Kaya.

“Sebagai taman kota, Taman Indonesia Kaya ini nyaman karena banyak pepohonan sehingga suasana sejuk. Selain itu, juga banyak spot menarik yang bisa digunakan untuk foto. Termasuk adanya mural berbagai objek wisata khas Semarang, seperti Gereja Blenduk, Lawangsewu, Klenteng Sam Po Kong dan lainnya,” jelasnya, saat ditemui di lokasi, Minggu (14/11/2021).

Ahmad Ripai (kiri) bersama kolega saat berkunjung di Taman Indonesia Kaya, Minggu (24/1/2021). -Foto Arixc Ardana

Warga Pucanggading tersebut, mengaku wisata taman kota, juga menjadi alternatif yang mudah dan murah, untuk berwisata di tengah pandemi Covid-19.

“Taman kota ini bisa menjadi pilihan, karena termasuk wisata outdoor atau luar ruangan, sehingga sirkulasi udara juga bagus. Tentu saja tetap dengan menerapkan protokol kesehatan, dalam upaya pencegahan Covid-19,” terangnya.

Keberadaan taman kota, juga menjadi wadah untuk berkumpul bersama kolega. Termasuk yang dilakukannya. “Selain keluarga, saya juga mengajak kolega atau teman untuk berkumpul di sini. Anak-anak bisa bermain, kita bisa berbincang dengan teman-teman. Jadi seru dan menyenangkan,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan  Windarti , warga Ngaliyan Semarang tersebut, mengaku berkunjung ke Taman Indonesia Kaya untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

“Tadi jalan-jalan sore keliling kota, lalu main ke sini. Selain menjadi paru-paru kota, juga bisa menjadi tempat wisata keluarga,” jelasnya.

Untuk bisa menikmati wisata di Taman Indonesia Kaya, pengunjung tidak dipungut biaya. Hanya saja mereka diminta untuk menjaga kebersihan taman, dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Windarti pun mendukung agar jumlah taman kota di Kota Semarang, bisa terus ditambah. Harapannya, tidak banyak semakin banyak ruang terbuka hijau, namun juga bisa menjadi tempat wisata. “Ini kan murah meriah, bisa jalan-jalan santai. Tempatnya juga bagus,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Semarang Indriyasari, menuturkan taman kota yang diresmikan para 2018 lalu tersebut, merupakan salah satu landmark baru di Kota Semarang.

“Selain menjadi paru-paru kota, juga menjadi tempat berkumpul, melakukan aktivitas seperti olahraga, hingga wisata. Suasana yang teduh, banyak pepohonan, taman kota dapat dimanfaatkan dari berbagai sisi. Termasuk penghijauan, hingga untuk kegiatan sosial masyarakat,” terangnya.

Beragam fasilitas penunjang pun disediakan, termasuk  panggung seni terbuka pertama yang ada di Jateng. Sebelumnya, banyak kegiatan pentas seni budaya, hingga event di gelar di tempat tersebut, namun semenjak pandemi Covid-19, panggung ditutup sementara.

Lihat juga...