PKO Sikka Perbolehkan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, NTT, menegaskan sekolah di luar wilayah Kecamatan Alok, Alok Barat, AlokTimur, dan sekolah dalam wilayah kepulauan dapat melaksanakan pembelajaran secara tatap muka terbatas.

Dalam surat edaran Dinas PKO yang diterima Cendana News, dikatakan dalam rangka pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat penyebaran Covid-19 maka pembelajaran di sekolah diatur sesuai jam dan peserta.

“Terhitung mulai Senin, 18Januari 2021, kegiatan pembelajaran untuk sekolah-sekolah dalam wilayah Kecamatan Alok, Alok Barat dan AlokTimur, pelaksanaan pembelajaran melalui belajar dari rumah (BDR),” kata Kepala Dinas PKO Sikka, Mayella da Cunha melalui rilisnya kepada Cendana News, Kamis (21/1/2021).

Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka, NTT, Mayella da Cunha saat ditemui di kantornya, Selasa (5/1/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Yell sapaannya mengatakan, pembelajaran dilakukan melalui metode pembelajaran jarak jauh dengan pendekatan daring dan luring, disesuaikan dengan persiapan masing-masing sekolah.

Ditambahkannya, untuk sekolah-sekolah selain dalam wilayah kecamatan tersebut serta sekolah dalam wilayah kepulauan, dapat melaksanakan pembelajaran secara tatap muka terbatas.

“Pembelajaran dilakukan dengan ketentuan jenjang TK dan PAUD waktu pembelajaran untuk TK selama 3 hari dalam seminggu. Untuk PAUD selama 2 hari dalam seminggu di mana jumlah siswa makslmal 5 anak dalam satu waktu pembelajaran,” ujarnya.

Sementara itu tambah Yell, untuk jenjang SD/Ml jadwal pembelajaran untuk kelas 1, 3 dan 5 dilaksanakan Senin, Rabu dan Juma tserta untuk Kelas 1, 2 dan 4 berlangsung hari Selasa, Kamis dan Sabtu.

“Waktu pembelajaran dimulai dari pukul 07.30 WITA sampai dengan 12.30 WITA atau jam pembelajaran normal,” ucapnya.

Yell menambahkan, bagi SD/Ml dengan jumlah siswa di bawah 100 maka pembelajaran dilaksanakan selama 6 hari dengan waktu pembelajaran normal hari Senin sampai Sabtu.

“Sekolah dapat menambah waktu pembelajaran khusus bagi kelas1, 2,  5 dan 6 sesuai dengan kondisi wilayah dan kesiapan sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, murid Kelas 6 SD Inpres Nangametig, Kota Maumere, Marselina Malfrida mengaku sejak masuk sekolah tanggal 6 Januari hanya melaksanakan pembelajaran dari rumah.

Karmila sapaannya, mengatakan dalam seminggu sebanyak 2 kali, orangtua murid mengambil soal di sekolah dan setelah dikerjakan baru diantar kembali oleh orangtua ke sekolah sesuai kelas masing-masing.

“Sekolah kami belum mengadakan pembelajaran tatap muka di kelas. Guru katakan pembelajaran dari rumah berlangsung hingga 31 Januari nanti,” ungkapnya.

Lihat juga...