Pokdarwis di Kebumen Komitmen Jaga Kelestarian Penyu

Editor: Koko Triarko

KEBUMEN – Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sudah lama mempunyai komitmen untuk menjaga kelestarian penyu. Hal tersebut diwujudkan dengan melakukan konservasi penyu dan menjaganya dari eksploitasi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ketua Pokdarwis Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Ahmad Munajat, mengatakan pada awalnya masyarakat sekitar masih menjual telur-telur penyu yang ditemukan dengan harga sangat murah. Hanya kisaran Rp3.000 hingga Rp4.000 per butir.

Ketua Pokdarwis Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Ahmad Munajat di Kebumen, Rabu (27/1/2021). -Foto: Hermiana E. Effendi

Namun setelah mulai disosialisasikan pentingnya konservasi penyu, untuk melindungi habitat dari kepunahan, serta diberikan edukasi cara menetaskan telur, mulai terbangun kesadaran masyarakat untuk menjaga telur-telur penyu yang ditemukan.

“Sekarang warga kalau menemukan telur penyu akan dikumpulkan, kemudian ditetaskan di pasir pantai. Sekitar lokasi penetasan diberi pengaman sederhana untuk menandai lokasi penetasan, yaitu menggunakan tiang-tiang kayu dan tali,” jelasnya, Rabu (27/1/2021).

Aktivitas warga sekitar yang mulai menjaga penyu ini banyak dilakukan di sepanjang Pantai Jogosimo. Sebagian besar jenis penyu yang ditemukan dan ditetaskan adalah Penyu Lekang atau Lepidochelys olivacea.

Salah satu warga Jogosimo, Kastam, mengatakan aktivitas menjaga telur penyu ini sudah dimulai sejak akhir 2018. Selain menjaga kelestarian penyu, warga juga menjaga telur-telur penyu.

“Jika menemukan telur penyu, kita akan menjaga telur-telur tersebut sampai ditetaskan di tempat yang aman. Kemudian setelah menetas menjadi tukik akan dilepaskan di pantai, semua itu demi menjaga penyu dari kepunahan,” katanya.

Hingga saat ini, warga setempat sudah beberapa kali melakukan pelepasan tukik ke laut.  Jumlah yang dilepaskan juga mencapai ratusan ekor.

Untuk memaksimalkan konservasi penyu ini, pokdarwis juga membuat kolam penangkaran penyu. Walaupun sederhana, kolam tersebut bisa dijadikan tempat penetasan telur penyu yang lebih aman.

“Ada beberapa lokasi penangkaran penyu, ada yang di kolam yang kami buat secara sederhana, ada pula yang tetap dilakukan di tepi pantai dengan lokasi yang diberi pengaman berupa pagar pembatas,” kata Kastam.

Komitmen pokdarwis serta warga sekitar untuk menjaga penyu ini, menjadikan wisata pantai di Kebumen dikenal banyak memiki habitat penyu. Pokdarwis juga mempelopori wisata pendidikan penangkaran penyu untuk anak-anak.

“Kita ingin menanamkan kecintaan terhadap penyu terhadap anak-anak sedini mungkin, khususnya untuk anak usia PAUD dan TK. Mereka kita bekali pengetahuan sederhana seputar penyu dan tukik, serta apa yang harus dilakukan ketika menemukan penyu atau pun telur penyu di tepi pantai,” ucapnya.

Lihat juga...