Pola Pembelajaran Daring di SMK Dituntut Efisien

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Proses pembelajaan secara online atau daring, diakui mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas skill atau keterampilan lulusan siswa sekolah kejuruan (SMK). Hal itu terjadi akibat siswa SMK yang memang disiapkan masuk ke dunia kerja, minim mendapat kesempatan latihan praktik sesuai bidang keahlian masing-masing. 

Meski begitu, di sisi lain proses pembelajaran secara daring ternyata juga memberikan dampak positif berupa pergeseran pola pembelajaran yang lebih efektif bagi para siswa sekolah kejuruan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum SMA Negeri 1 Sedayu, Bantul, Alrosyid Ridlo, S.Pd.

Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum SMA Negeri 1 Sedayu Bantul, Yogyakarta, Alrosyid Ridlo, S.Pd., Kamis (21/1/2021). –Foto: Jurnalis Jatmika H Kusmargana

Ia menyebut, keterbatasan pelaksanaan kegiatan praktik di sekolah, mendorong para guru mengembangkan pembelajaran teori yang lebih efisien.

Selain penyampaian materi kini dilakukan dengan menggabungkan beberapa kompetenisi mapel, sehingga pengetahuan siswa menjadi lebih utuh. Guru juga menjadi lebih mudah dalam memahamkan siswa terhadap teori suatu meteri, sehingga saat praktik tinggal mengaplikasikannya saja.

“Tentu selama pandemi ini, proses penyampaian materi pembelajaran berbeda dari sebelumnya. Misalnya, dalam satu tugas itu sudah mencakup beberapa bidang kompetensi. Sehingga pemahaman siswa menjadi lebih utuh,” katanya, Kamis (21/1/2021).

Selain itu, lanjut Rosyid, dengan penyampaian materi yang lebih maksimal tersebut, pada saat siswa masuk ke sekolah untuk melaksanakan pelajaran praktik tidak perlu lagi ada penjelasan secara teoritis. Sehingga tinggal praktik saja. Jadi, lebih efektif.

Sisi positif lainnya yang juga dirasakan pihak sekolah selama pandemi ini, dikatakan Rosyid adalah pemanfaatan referensi ataupun literasi digital yang lebih maksimal. Hal ini pula yang diharapkan akan memudahkan siswa saat melakukan pelajaran praktik.

“Dengan berbagai keterbatasan yang ada selama pandemi, maka yang kita kejar saat ini lebih pada standar kompetensi minimum. Ini sesuai arahan Dinas Pendidikan, yang memang menerapkan beban kurikulum yang berbeda di masa pandemi,” ungkapnya.

SMK Negeri 1 Sedayu Bantul memiliki 1.319 siswa yang terdiri dari 39 kelas, dengan 6 kompetensi/jurusan. Antara lain,

Desain Pemodelan Informasi Bangunan, Teknik Komputer Jaringan, Teknik Permesinan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, serta Teknik Pengelasan.

Lihat juga...