Polrestabes Semarang Gelar Prareka Ulang Kasus Perampokan

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Sebanyak 30 adegan ditunjukkan para anggota komplotan perampok, dalam prareka ulang yang digelar Polrestabes Semarang, terkait perampokan di Jalan Krakatau VIII Kelurahan Karangtempel, yang digelar di tempat kejadian perkara (TKP), Senin (25/1/2021).

Dari reka ulang tersebut, polisi juga mendalami peran otak perampokkan, Susanto, yang juga karyawan dari PT Trical Langgeng Jaya. Polisi juga menghadirkan lima tersangka lain, yakni Rahmat, Frans Panjaitan, Vidi Kondian dan Maftuhi, keempatnya merupakan kelompok Lampung Tengah, yang menjadi eksekutor perampokan, serta Moch Agus Irawan, berperan sebagai penunjuk jalan, sekaligus juga karyawan dari PT Trical Langgeng Jaya.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Indra Mardiana, di sela prareka ulang, di TKP Jalan Krakatau VIII Kelurahan Karangtempel, Kota Semarang, Senin (25/1/2021). -Foto: Arixc Ardana

“Dari prarekonstruksi yang dilakukan, dapat dilihat pelaku Frans Panjaitan yang berboncengan dengan pelaku lainnya, Rahmat, langsung menghampiri korban, Teguh Murtiono, yang juga karyawan PT Trical Langgeng Jaya, yang saat itu membawa uang tunai Rp763 juta. Uang tersebut dibagi dua, dengan tas cangklong dan kresek hitam,” papar Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Indra Mardiana, di sela reka ulang.

Diterangkan, uang sebanyak Rp563 juta yang disimpan dalam tas cangklong berhasil direbut oleh tersangka, sementara uang Rp200 juta yang terbungkus plastik kresek tidak berhasil diambil dari tangan korban.

“Jadi uang tersebut sebenarnya sudah diambil semua, namun uang Rp200 juta yang disimpan dalam plastik kresek sempat jatuh. Uang tersebut kemudian diselamatkan lagi oleh korban, Teguh,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mendalami peran otak perampokkan, Susanto, yang sebelumnya sempat melarikan diri dan berhasil ditangkap jajaran Resmob Polrestabes Semarang pada Minggu (24/1/2021) malam.

“Dari pendalaman yang kita lakukan, motif Susanto menjadi dalang perampokan karena faktor ekonomi. Sebelum kita tangkap, para pelaku ini sudah membagi rata uang hasil kejahatan Rp563 kepada enam pelaku, masing-masing Rp90 juta,” tandasnya.

Sementara, pelaku perampokkan, Susanto, mengaku selama pelarian, dirinya bersembunyi di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang. “Saya sembunyi di wilayah Kalinyamat, Bandungan. Ditangkap sewaktu mau ke rumah istri di kawasan Ketileng, Semarang,” tandas, pria yang sebelumnya berprofesi sebagai sopir di perusahaan distributor LPG tersebut.

Dalam prareka ulang tersebut, juga diketahui tersangka Susanto tersebut juga sempat datang ke TKP yang juga kantornya, dan ikut mengejar pelaku perampokkan menggunakan motor.

Disinggung hal tersebut, Susanto mengaku itu sebagai alibi, agar dirinya tidak dicurigai. Terlebih saat melakukan pengejaran, salah satu karyawan perusahaan tempatnya bekerja juga ikut naik sebagai pembonceng.

Lihat juga...