Positif Covid-19 Klaster Liburan di Mataram Terus Bertambah

Ilustrasi - Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan di areal Pendopo Wali Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. -Ant

MATARAM – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, jumlah pasien Covid-19 di Mataram dari klaster libur Tahun Baru 2021 pada Minggu (10/1) pukul 12.00 Wita, bertambah 24 orang, sehingga total yang masih dalam perawatan menjadi 127 orang.

Anggota Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Mataram, I Nyoman Swandiasa, mengatakan tambahan pasien baru Covid-19 yang terkonfirmasi dalam sepekan terakhir ini masuk klaster libur akhir tahun dan Tahun Baru 2021.

“Hal itu sesuai teori kesehatan, paparan terhadap dampak Covid-19 bisa dilihat dalam kurun waktu 7-10 hari. Jika sebelumnya penularan dari klaster perkantoran, sekarang dari kluster liburan,” katanya, di Mataram, Minggu (10/1/2021).

Karena itu, katanya, peningkatan kasus pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Januari 2021, sudah diprediksi oleh Satgas Covid-19.

“Pertengahan Januari 2021, akan menjadi titik puncak fluktuasi kenaikan Covid-19 di Mataram, pasacalibur akhir tahun. Itu dipicu, saat libur Natal 2020 dan Tahun baru 2021, banyak masyarakat melakukan perjalanan ke luar daerah,” katanya.

Swandiasa yang juga menjadi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, mengatakan dengan tambahan 24 orang pasien positif baru, maka jumlah pasien Covid-19 Mataram secara kumulatif sebanyak 1.508 orang, 127 dalam perawatan, 1.284 sembuh dan 97 orang meninggal dunia.

“Sebanyak 127 orang itu menjalani perawatan sejumlah rumah sakit di Kota Mataram, termasuk di rumah sakit darurat Asrama Haji dan ada juga yang isolasi mandiri karena dalam kondisi baik,” katanya.

Terkait dengan itu, pemerintah kota terus mengimbau masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di mana pun berada, dengan gerakan 3M (masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

“Saat ini gerakan 3M menjadi langkah efektif dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, di era normal baru. Bahkan, kendati masyarakat sudah mendapat vaksin,” ujarnya. (Ant)

Lihat juga...