PPI Jepang Diharap Promosikan Produk UMKM

Editor: Koko Triarko

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki, pada webinar tentang korporatisasi pertanian di Jakarta, Senin (18/1/2021). -Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki, mengatakan dalam kondisi penurunan ekspor diperlukan terobosan untuk meningkatkan ekspor produk-produk Indonesia. 

Menurutnya, sesuai data Atase Perdagangan Indonesia Tokyo 2020, potensi ekspor produk Indonesia ke Jepang selama ini berupa produk pangan olahan, hortikultura, pertanian, spare part otomotif, furnitur dan energi terbarukan.

Jepang merupakan negara ke dua mitra dagang terbesar Indonesia, setelah Cina, dengan pasar ekspor dari Indonesia sekitar 10 persen.

“Peluang inilah yang ingin kita ambil, agar dimanfaatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di tanah air,” ujar Teten, dalam rilisnya yang diterima Cendana News, Jumat (22/1/2020) malam.

Teten optimis, Pejalar Persatuan Indonesia (PPI) Jepang dapat dimanfaatkan para pelaku UMKM di Indonesia untuk belajar, untuk meningkatkan daya saing produknya. Sehingga produk UMKM Indonesia dapat masuk ke pasar Jepang maupun negara lainnya.

Dikatakan dia, untuk memperbesar kapasitas UMKM agar berkontribusi dalam ekspor nasional, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mendorong UMKM masuk ke sektor formal.

Selain itu, mendorong pengelolaan UMKM berkoperasi dalam skala ekonomis, hingga mengembangkan UMKM berbasis komoditi unggulan. Termasuk dengan meningkatkan UMKM ke ekosistem digital.

Program-program strategis tersebut, menurutnya merupakan prioritas Kemenkop UKM untuk mendukung UMKM naik kelas dan go global. Dengan program tersebut, diharapkan UMKM lebih mudah masuk ke dalam rantai pasok global dan pasar ekspor.

Teten juga berharap, PPI Jepang sebagai mitra strategis pemerintah dapat memperdayakan dan mempromosikan produk-produk UMKM Indonesia.

“Diharapkan, PPI sepulangnya ke Indonesia dapat mendekatkan 64 juta pelaku UMKM dan 97 persen tenaga kerja dengan kreasi inovasi dan teknologi,” tutupnya.

Lihat juga...