PPKM Tahap II, Jam Operasional Usaha di Kota Semarang Dilonggarkan

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun ada sejumlah penyesuaian pada pembatasan tahap II tersebut.

“Sesuai Instruksi Mendagri Nomor 2 tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM, kita sepakat untuk mematuhi instruksi tersebut dengan ikut memperpanjang kembali pemberlakuan pembatasan, mulai 26 Januari 2021 hingga 8 Februari 2021,” papar Walikota Semarang, Hendrar Prihadi di Semarang, Minggu (24/1/2021).

Namun, meski diperpanjang, namun pihaknya melakukan penyesuaian kebijakan. Hal ini dilakukan dengan melihat kondisi di lapangan dan lingkungan masyarakat.

“Ada tiga poin yang kami putuskan. Pertama, untuk pusat perbelanjaan jika semula ditetapkan dapat beraktivitas hanya sampai pukul 19.00 WIB, pada tahap pembatasan kedua bisa sampai pukul 20.00 WIB,” lanjutnya.

Termasuk juga perpanjangan jam operasional untuk tempat usaha, seperti pedagang kaki lima (PKL), cafe, restoran dan usaha lainnya. “Jika sebelumnya dibatasi hingga pukul 21.00 WIB, kita kita perbolehkan buka hingga pukul 22.00 WIB, meski demikian untuk PKL, restoran, kita utamakan pesan makanan untuk dibawa pulang,” lanjutnya.

Selebihnya, terkait protokol kesehatan juga menjadi kewajiban, sehingga pembatasan kapasitas sebesar 50 persen tetap diberlakukan.

“Sebelumnya, sejumlah ruas jalan juga kita tutup. Sesuai aturan yang mulai berlaku mulai Selasa (26/1/2021), akan ada dua ruas jalan yang dibuka kembali, yang sebelumnya ditutup selama 24 jam,” tambah Hendi, panggilan akrabnya.

Penutupan tersebut, sebelumnya dilakukan untuk mengurangi atau membatasi aktivitas masyarakat. Kedua jalan yang akan dibuka kembali yakni Jalan Supriyadi dan Jalan Lamper, yang semula ditutup 24 jam, pada saat PPKM tahap I.

“Seluruh aturan ini mulai berlaku pada Selasa (26/1/2021) mendatang, sehingga aturan PPKM tahap I yang berlaku hingga Senin (25/1/2021), bisa tetap ditaati, termasuk pembatasan jam operasional,” tandasnya.

Disatu sisi, dirinya juga mengajak seluruh warga Kota Semarang ataupun mereka yang tengah berkunjung di ibukota Jateng tersebut, untuk bisa menaati aturan yang berlaku. Termasuk juga dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Saya mohon dukungan dari masyarakat, agar aktifitas di Kota Semarang bisa berangsur normal kembali, dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kedisiplinan dalam protokol kesehatan ini menjadi kunci utama menekan angka kasus covid-19. Harus ada komitmen bersama, dalam pencegahan covid-19 ini,” tegasnya.

Terpisah, kebijakan baru terkait PPKM tahap II tersebut juga disambut positif warga Kota Semarang, khususnya para pelaku usaha.

“Saya sebagai warga Kota Semarang tentu berkeinginan agar angka covid-19 bisa terus turun, namun di sisi lain, saya juga ingin agar pembatasan jam operasional bisa dilonggarkan. Jika Pemkot memberi kelonggaran pada PPKM tahap II, tentu saya sebagai pedagang menyambut gembira,” papar Wahono, pedagang angkringan di wilayah Tembalang Semarang.

Diakuinya, pembatasan jam operasional hanya sampai pukul 21.00 WIB, memberatkan pelaku usaha, khususnya mereka yang berjualan pada malam hari. “Mudah-mudahan, nanti kalau angka covid-19 turun, jam usaha bisa diperpanjang lagi. Setidaknya hingga pukul 23.00 WIB, seperti sebelumnya,” pungkasnya.

Lihat juga...