PTSL di Pondok Gede Dilanjutkan, Target 25 Ribu Bidang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Wilayah Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, berlanjut tahun ini dengan target 25 ribu bidang. Pada 2020, sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.

Masih banyak bidang belum diselesaikan secara maksimal, seperti pengukuran, penyelesaian berkas dan lainnya. Sementara di Kecamatan Pondok Gede, memiliki lima kelurahan.

“BPN di 2020 ditugaskan untuk menyelesaikan persoalan pendaftaran PTSL di wilayah Pondok Gede. Tapi belum selesai semua karena kendala Pandemi Covid-19,” ujar Andi Bakti, Kepala BPN Kota Bekasi, usai mengikuti pembagian sertifikat serentak secara virtual di GOR Chandrabaga, Selasa (5/1/2021).

Dikatakan bahwa untuk wilayah BPN Kota Bekasi membagikan secara simbolis yang telah diselesaikan selama 2020, meliputi Kelurahan Jatibening Baru 7.500, Jatibening 800, Jati Cempaka 2.500 bidang, Jatimakmur 2.800 bidang dan Jatiwaringin 150 bidang.

Selebihnya lanjut Andi, ada 800-an bidang belum diserahkan karena masih kurang terkait kelengkapan berkas seperti riwayat tanah agar tidak ada masalah, tandatangan kelurahan dan pemberkasan lainnya.

“Tujuan program PTSL ini adalah untuk memberikan kepastian hukum terhadap hak masyarakat. Untuk menghindari terjadinua tumpang tindih kepemilikan lahan, serta tidak terjadi sengketa konflik di kemudian hari,” tukasnya.

Tahun 2021 imbuhnya Pondok Gede, harus menjadi kecamatan lengkap. Sehingga rencana Kota Bekasi menjadi kawasan lengkap semua terdata bisa terwujud.

Kedepan dia berharap dalam rangka melakukan pencegahan forkopimda bisa dilibatkan dalam melakukan pendataan di lapangan. Karena program PTSL sendiri untuk kepentingan masyarakat dan Kota Bekasi sendiri.

“Laporkan jika ada oknum memanfaatkan dengan menarik biaya tertentu dalam pengurusan PTSL. Karena untuk biaya sudah dianggarkan melalui APBN. Saya pastikan BPN tidak memungut biaya satu sen pun,” tegas Andi Bakti.

Namun demikian dia menyebut ada biaya tidak besar sesuai dengan keputusan menteri seperti biaya BPHTB. Untuk itu jelasnya jika ada ditarik biaya hingga jutaan itu dilakukan oknum.

Pembagian sertifikat secara simbolis di GOR Patriot Chandrabaga dihadiri perwakilan 30 orang dari Kelurahan Jatimakmur. Kota Bekasi juga mengirim 12 orang perwakilan ke Istana Presiden untuk menerima lansgung perwakilan Kota Bekasi oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Diketahui, sebanyak 584.407 Sertifikat tanah yang terbagi di 26 Propinsi dan 273 Kabupaten Kota di seluruh Indonesia.

Wali Kota Bekas Rahmat Effendi, yang hadir menyampaikan kepada jajaran Kantor BPN Kantah Bekasi yang telah mengupayakan pelayanan terbaik bagi warganya.

Dikatakan pembagian sertifikat PTSL gratis ini bentuk peduli kepada warga untuk memiliki payung hukum yang kuat untuk bidang tanah yang ia miliki dan pada tahun ini wilayah Kecamatan Pondok Gede yang diprioritaskan.

“Semoga bermanfaat untuk warga Kota Bekasi,” ujarnya.

Dayat Ketua RT di Jatimakmur, sebagai perwakilan dalam pembagian simbolis tersebut mengatakan bahwa di wilayahnya mengurus 30 bidang. Dia juga memastikan bahwa untuk biaya sesuai SK.

Lihat juga...