Ragam Makanan Olahan Tingkatkan Nilai Jual Buah Pisang

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Selain disantap dalam bentuk segar, buah pisang kerap diolah menjadi berbagai jenis produk kuliner. Mulai dari keripik, sale, kue, hingga dibuat pisang goreng kekinian dengan berbagai variasi rasa. Hal demikian pun makin menambah nilai jual buah pisang.

Nuraini, pedagang buah pisang di Jalan Raden Imba Kusuma,Tanjung Karang, Bandar Lampung, menyediakan pisang jenis kepok, muli, janten dan tanduk. Sejumlah pedagang olahan kolak, kue nagasari,pisang goreng, membutuhkan bahan baku pisang darinya.

Pengolahan bahan baku pisang, menurut Nuraini menjadikan komoditas pertanian itu bernilai jual lebih tinggi. Ia kerap menjual satu sisir pisang berbagai jenis dengan harga mulai Rp6.000 hingga Rp15.000. Buah pisang kerap dipajang dengan cara digantung untuk mempercepat proses pematangan. Selain menjual dalam kondisi matang, ia juga menyiapkan pisang dalam kondisi mentah.

Setiyani (kanan), mengolah jenis pisang tanduk menjadi kuliner pisang tanduk goreng krispi di Jalan Pulau Legundi, Sukarame, Bandar Lampung, Sabtu (2/1/2021). -Foto: Henk Widi

“Sebagian konsumen memilih pisang dalam kondisi matang untuk diolah menjadi kuliner yang bisa dijual dengan harga lebih tinggi dibandingkan masih berwujud pisang utuh, ada penambahan nilai jual yang menguntungkan bagi pelaku usaha kuliner,” terang Nuraini, saat ditemui Cendana News, Sabtu (2/1/2021).

Menurutnya, olahan beragam produk dari buah pisang menyesuaikan tren kecintaan pada kuliner tertentu. Saat tren pembuatan keripik berbagai varian, ia menjual pisang dalam bentuk mentah. Penjualan pisang dalam bentuk mentah kerap dilakukan dengan sistem tandan. Satu tandan bisa dijual mulai Rp25.000 hingga Rp40.000. Namun, kini sistem penjualan pisang mentah memakai sistem timbangan Rp2.500 per kilogram.

Penggunaan pisang untuk produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dilakukan oleh Setiyani. Pedagang pisang tanduk goreng krispi di Jalan Pulau Legundi,Sukarame, Bandar Lampung itu khusus menjual pisang tanduk goreng. Berbeda dengan pedagang gorengan lainnya, ia hanya mengkhususkan pada pisang tanduk. Sebab, pisang tanduk memiliki ukuran lebih besar dari jenis pisang lain.

“Pisang tanduk yang digoreng memakai tepung krispi memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding hanya dijual matang,”cetusnya.

Pengolahan pisang tanduk menjadi kuliner kekinian ikut meningkatkan harga produk pertanian. Pisang yang telah dibelah dan digoreng memiliki nilai jual Rp2.000 per buah. Sensasi rasa manis dan renyah dipadukan dengan susu, membuat pisang tanduk goreng krispi sangat digemari. Bahan baku pisang tanduk, menurutnya diperoleh dari hasil pertanian di wilayah Sumatra Selatan.

Olahan pisang menjadi produk kuliner juga dilakukan Wagiman, salah satu pedagang di Jalan Batu Sangkar, Tanjung Karang, Bandar Lampung. Olahan pisang yang dijual olehnya meliputi keripik dan sale untuk disajikan sebagai camilan. Keripik pisang disajikan dalam berbagai varian rasa keju, manis dan gurih. Per kilogram keripik pisang bisa dijual seharga Rp12.000 hingga Rp20.000.

“Pisang yang selama ini dijual murah dalam kondisi mentah dan matang bisa memiliki nilai jual lebih tinggi,”cetusnya.

Pisang yang bisa dijadikan olahan kuliner, menurutnya menyesuaikan jenis. Pemilihan jenis pisang menjadi produk kuliner akan menciptakan produk yang lezat. Jenis pisang yang kerap digunakan untuk pembuatan keripik, di antaranya tanduk, kepok dan raja nangka. Jenis pisang janten dan muli kerap digunakan untuk membuat sale yang lebih awet melalui proses pengeringan, oven lalu digoreng memakai tepung.

Lihat juga...