Ratusan Rumah di Aceh Timur Dilanda Banjir

Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (2/1/2021) – Foto Ant

BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan, ratusan unit rumah warga Kabupaten Aceh Timur terendam banjir, setelah hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah setempat sejak Jumat (1/1/2021).

“Akibat hujan deras yang tejadi di Aceh Timur menyebabkan banjir dengan ketinggian air 20-50 sentimeter (cm),” kata Kepala Pelaksana BPBA, Sunawardi, Sabtu (2/1/2021).

Banjir melanda Aceh Timur sejak Jumat (1/1/2021) pukul 23.00 WIB. Kemudian terus meluas, lantaran curah hujan di wilayah setempat masih tinggi, dan bertahan hingga sekarang. Data sementara yang dikantongi BPBA, ada 40 unit rumah terendam banjir di Desa Tualang Dalam.

Kemudian ada 70 rumah di Desa Snb Kuyun dan 15 rumah di Desa Lhok Hasan, Kecamatan Idi Timur. “Tak hanya Idi Timur, wilayah terdampak juga di Kecamatan Peudawa meliputi tiga desa, Kecamatan Darul Ihsan dua desa, Kecamatan Idi Tunong dua desa, Kecamatan Birem Bayeun empat desa serta masing-masing satu desa di Kecamatan Ranto Peureulak, Indra Makmu dan Peureulak,” rincinya.

Petugas BPBD Aceh Timur disebutnya, terus melakukan evakuasi, pendataan jumlah rumah yang terendam dan jumlah pengungsi. “Kondisi terakhir, debit air di beberapa titik terus meningkat,” tambahnya.

Selain di Aceh Timur, banjir juga melanda kawasan Desa Lengkong, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa. Banjir terjadi pada Sabtu (2/1/2021) sekira pukul 15.40 WIB. Banjir itu juga disebabkan karena intensitas hujan tinggi. “Akibatnya banjir dengan ketinggian air 20 sampai 50 sentimeter. Korban terdampak sebanyak 998 kepala keluarga, jumlah jiwa dan dampak material masih dalam pendataan,” jelasnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar memprediksi, Aceh akan diguyur hujan hingga tiga hari ke depan, mulai dari hujan rendah hingga lebat. “Secara umum Aceh akan berpotensi hujan tiga hari ke depan, hujan ringan hingga sedang. Namun untuk beberapa wilayah hujan sedang hingga lebat,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Aceh Besar, Zakaria Ahmad.

Menurut Zakaria, sejak beberapa hari ini Aceh mengalami belokan angin. Sehingga menyebabkan pelambatan kecepatan angin khusus di udara atas. Begitu juga anomali suhu muka laut sehingga potensi terjadi hujan lebih besar. “Dikarenakan air laut yang menguap, kemudian terjadi belokan angin dan pelambatan pergerakan sehingga menumpuk di wilayah Aceh, maka terjadinya hujan,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...