Rendahnya Penerapan Prokes Sebabkan Kasus Corona Tinggi

Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra. -Ant

SUNGAILIAT – Pihak Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengakui masih rendahnya sebagian masyarakat di daerah itu menerapkan protokol kesehatan sehingga mengakibatkan tingginya kasus virus Corona.

“Saya mengakui terdapat sebagian masyarakat masih rendah atau kurang disiplin menerapkan protokol kesehatan, sehingga pada Desember 2020 angka kasus Covid-19 mencapai 432 orang,” kata Jubir Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra di Sungailiat, Sabtu (2/1/2021).

Padahal, kata dia, disiplin menerapkan protokol kesehatan merupakan hal wajib untuk mencegah sekaligus memutus rantai penyebaran virus jenis baru Corona.

Menurutnya, selama bulan Desember 2020 angka kasus Covid-19 di Kabupaten Bangka sebanyak 432 orang, jumlah itu jauh lebih banyak dibandingkan kasus yang sama pada April sampai November 2020 yang hanya tercatat 158 orang.

“Jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 terus meningkat. Hingga sekarang, Sabtu (2/1) sudah mencapai 707 orang, 573 sudah sembuh serta enam orang meninggal dunia, jumlah kasus ini diprediksi akan terjadi peningkatan karena masih terdapat 300 orang menunggu hasil tes usap dari uji laboratorium provinsi,” katanya.

Menurut Boy Yandra, rendahnya disiplin menerapkan protokol kesehatan karena masih terdapat sebagian masyarakat yang kurang yakin ada virus Corona yang sangat berbahaya.

Penyebab meningkatnya kasus Covid-19 lainnya, kata dia, diduga akibat lambatnya keluar hasil uji laboratorium bagi warga yang dilakukan tes usap.

“Saat menunggu hasil laboratorium itu ada kemungkinan warga yang menunggu hasilnya sudah pergi ke mana-mana sedangkan yang bersangkutan status orang tanpa gejala,” ujarnya.

Hanya saja, kata Boy Yandra, untuk menangani persoalan itu pemerintah daerah sudah menerbitkan perda yang mengatur sanksi denda dan pidana bagi yang melanggar prokes, serta dalam beberapa hari ini ada bantuan kelengkapan tes “Polymerase Chain Reaction” dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Dengan adanya peralatan PCR di rumah sakit Depati Bahrin Sungailiat, tentunya dapat mempercepat proses uji laboratorium bagi warga yang melakukan tes usap,” jelasnya. (Ant)

Lihat juga...