Restorasi Terumbu Karang KKP Serap 10.000 Lebih Tenaga Kerja

JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan program Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) atau restorasi terumbu karang berhasil menyerap lebih dari 10 ribu orang sebagai tenaga kerja.

“Berdasarkan data, tenaga kerja yang terserap dari kegiatan ICRG ini lebih 10.171 orang. Bahkan realisasi struktur terumbu karang yang dibangun melebihi target,” kata Plt Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP Tb Haeru Rahayu dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

Selain itu, ujar dia, luasan cakupan terumbu karang yang sudah direstorasi bahkan melebihi target, dari yang semula 50 hektare menjadi 74,3 hektare atau setara 95.768 struktur.

Menurut Tb Haeru Rahayu, pembayaran upah puluhan ribu pekerja yang terlibat ICRG dilakukan secara nontunai melalui BPD Bali. Realisasi upah juga melampaui target dari yang semula 32 persen menjadi 33,68 persen.

“Tenaga kerja terdata berarti yang mempunyai rekening, ini tidak termasuk tenaga kerja lain seperti tukang perahu dan sopir. Sehingga bila dihitung tenaga kerja yang terserap atau yang ikut menikmati perputaran ekonomi dari kegiatan ini sebenarnya lebih dari 11 ribu orang,” paparnya.

Seperti diketahui, ICRG merupakan bagian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digalakkan pemerintahan pusat sebagai solusi dari dampak pandemi COVID-19. Di antaranya untuk menciptakan lapangan kerja, menjaga ekosistem terumbu karang, serta sebagai lokasi wisata dan edukasi.

Program padat karya yang bergulir sejak Oktober 2020 ini dilakukan di lima lokasi di Bali, yakni Pulau Nusa Dua, Pandawa, Serangan, Sanur dan Buleleng. Total dana yang digelontorkan untuk mensukseskan ICRG lebih dari Rp111 miliar, bersumber dari pemerintah pusat dan daerah.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga meminta program pemulihan ekonomi nasional padat karya untuk restorasi terumbu karang (PEN ICRG) terus dikawal agar bisa berjalan sesuai rencana.

Program PEN ICRG di Bali diinisiasi oleh Kemenko Kemaritiman dan Investasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Pemerintah Provinsi Bali dan kini telah memasuki tahap penyelesaian pekerjaan. [Ant]

Lihat juga...