Rp8 Miliar Dana Penanganan Covid-19 di Sikka Dikembalikan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapatkan dana Rp28 miliar dari APBD II Sikka untuk penanganan Covid-19 tahun 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus saat ditemui di kantornya, Rabu (30/12/2020). Foto : Ebed de Rosary

Dari dana tersebut, hingga Desember 2020 sudah terpakai 18 miliar dimana sisa dana Rp3 miliar dipergunakan untuk membayar insentif tenaga relawan dan pembangunan fisik yang belum dilunasi pembayarannya.

“Dana penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, awalnya sebesar Rp26 miliar dan saat sinkronisasi dikembalikan Rp8 miliar lebih,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus saat dihubungi, Jumat (1/1/2021).

Petrus menyebutkan dirinya sudah memaparkan pemakaian dana tersebut di Kantor Kejaksaan Negeri Sikka karena penggunaan dana tersebut harus dipertanggungjawabkan.

Ia menjelaskan, dana yang tidak terpakai di antaranya meliputi pembangunan Pustu di Pulau Kojagete Rp2,6 miliar karena waktunya tidak memungkinkan serta dana pembelian kapal untuk ambulans laut atau Pusling Laut.

“Kita kembalikan juga dana pemakanan sekitar Rp4 miliar lebih karena tidak terpakai semuanya. Total korban yang meninggal dunia dan dimakamkan sesuai protokol kesehatan hanya 3 orang,” ucapnya.

Untuk penanganan Covid-19 di tahun 2021 kata Petrus, dirinya sudah meminta staf membuat telaahan untuk perpanjangan masa penanganan Covid-19 dari Januari sampai Maret 2021.

Hal ini menurutnya dilakukan mengingat pandemi Corona tidak diketahui kapan akan berakhir sehingga pemakaian anggarannya diajukan per bulan sesuai dengan rencana anggaran dan belanja.

“Kami telah meminta agar dana untuk penanganan Covid-19 di tahun 2021 dianggarkan melalui pos belanja tidak terduga sehingga ketika ada kebutuhan dana bisa langsung diajukan dan dicairkan,” ungkapnya.

Sementara itu,mantan anggota DPRD Sikka Yani Making berharap agar penggunaan dana untuk penanganan Covid-19 harus dihitung secara cermat mengingat pandemi Corona kemungkinan masih berlanjut di tahun 2021.

Menurut Yani, pemerintah dan DPRD Sikka harus benar-benar memanfaatkan postur APBD dengan memperhatikan pandemi Corona agar dana yang telah dianggarkan untuk pos yang lainnya tidak terganggu.

“Memang lebih baik alokasi dananya dimasukan ke dalam pos belanja tidak terduga agar dananya bisa ditarik sesuai kebutuhan riil. Kita sudah pengalaman menghadapi pandemi sehingga tentunya bisa mengetahui kebutuhan yang harus dibiayai,” ucapnya.

Lihat juga...