SD dan SMP di Siak Sudah Menggelar KBM Tatap Muka

Bupati Siak, Alfedri, ketika meninjau belajar tatap muka SD di Kecamatan Tualang, Senin (4/1/2021) – Foto Ant

SIAK – Sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, sudah melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di ruang kelas mulai Senin (4/1/2021).

Kegiatan tersebut ditinjau langsung Bupati Siak, Alfedri, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Lukman, dan Kadis Kesehatan, dr Tony Chandra. “Seluruh sekolah harus mengisi daftar periksa yang telah dievaluasi oleh tim yang telah dibentuk Dinas Pendidikan untuk sekolah umum dan agama,” kata Bupati Siak, Alfedri, di sela-sela pemantauan, Senin (4/1/2021).

Alfedri, melakukan monitoring proses belajar mengajar tatap muka di SD dan SMP yang ada Kecamatan Tualang, Senin (4/1/2021). Dalam monitoring tersebut, bupati bersama rombongan mendatangi SD Negeri 006, untuk melihat langsung kondisi anak didik di kelas.

Usai meninjau di SDN 006, mantan Camat Tualang tersebut bergerak menuju ke SMPN 1 Tualang. Dalam kegiatan tersebut, disosialisasikan kepada para siswa mengenai penerapan 3M, menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “Ada sekitar 27 SMP dan 40 an SD yang belum bisa hari ini (Senin, 4/1/2021) melaksanakan tatap muka, karena belum lengkap evaluasi data periksa. Dan kita masih cek verifikasi selama dua hari ini Senin dan Selasa. Jika telah memenuhi syarat, boleh belajar di hari Rabu (6/1/2021). Untuk sekolah agama tanggal 11 Januari baru dibuka,” ungkapnya.

Bupati Alfedri mengingatkan pihak sekolah, untuk menyediakan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), untuk ruang transit jika ada anak didik memiliki gejala, seperti suhu tubuh 37,3 derajat celcius. Dan pihak sekolah dapat langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, untuk upaya penanganan termasuk tes cepat atau rapid tes.

Selain pemberlakukan protokol kesehatan yang ketat, dalam proses belajar mengajar secara tatap muka, juga didasari oleh surat pernyataan yang ditandatangani oleh orang tua yang menyatakan kesediaan mereka menyekolahkan anaknya secara tatap muka. Namun, jika ada orang tua yang tidak bersedia, maka proses belajar mengajar dilakukan dengan sistem daring. “Bagi orangtua yang belum setuju belajar tatap muka dilakukan proses belajar mengajar dilakukan dengan sistem daring,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...