Sebanyak Rp14,5 Triliun Dibayarkan Pemerintah untuk Perawatan Pasien COVID-19

RSBP Batam, salah satu rumah sakit yang merawat pasien COVID-19 di Kota Batam, Kepulauan Riau – foto Ant

JAKARTA – Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan telah membayarkan total Rp14,5 triliun, untuk pembiayaan perawatan pasien COVID-19. Pembayaran dilakukan kepada lebih dari 1.600 rumah sakit.

Pembayaran dilakukan sejak Maret hingga Desember 2020. “Sampai sekarang ini total yang sudah kami bayarkan Rp14,526 triliun lebih, hampir Rp15 triliun sebenarnya mulai dari Maret sampai sekarang ini, untuk sekitar 1.683 rumah sakit,” kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Abdul Kadir, di Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Perihal kabar yang menyebut, rumah sakit swasta belum dibayarkan biaya klaim pelayanan COVID-19, Kadir menjelaskan, terdapat kendala teknis dalam proses pembayaran RS, untuk klaim yang masuk pada akhir Desember. Hal itu dikarenakan agenda pergantian tahun. “Untuk Januari ini belum ada yang kami bayarkan, karena anggaran yang akan kita bayarkan itu masih berproses di Kementerian Keuangan, jadi memang anggarannya belum cair,” kata Kadir.

Direktur Utama RS Pertamedika Fathema, Djan Rachmat mengakui, ada keterlambatan dari pemerintah dalam pembayaran klaim pasien COVID-19 pada Januari 2021. Namun direktur utama RS milik BUMN Pertamina itu menyebut, selama ini tidak mendapatkan kendala keterlambatan pembayaran dari pemerintah, untuk perawatan pasien COVID-19. “Secara umum sangat lancar pembayaran yang dilakukan Kemenkes serta verifikasinya melalui BPJS. Ada keterlamabatan baru terjadi di Januari karena memasuki tahun yang baru, tapi secara umum 50 persen pembayaran di muka dilakukan setelah verifikasi dua minggu dibayarkan sangat baik,” kata Fathema.

Kadir menegaskan, berdasarkan ketentuan dalam UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, biaya perawatan pasien atas penyakit yang menyebabkan wabah seperti COVID-19 seluruhnya ditanggung oleh pemerintah. Tidak dibenarkan apabila ada pasien yang diharuskan membayar atau pihak rumah sakit yang menarik biaya perawatan kepada pasien COVID-19. (Ant)

Lihat juga...