Sekolah Swasta di Bekasi Mulai Terima Peserta Didik Baru

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Sejumlah sekolah swasta di Kota Bekasi, Jawa Barat, sudah mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran  2021/20211. Hal tersebut terlihat dari berbagai pengumuman melalui spanduk atau selembaran dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

“Pembukaan penerimaan peserta didik baru, oleh sekolah swasta di Kota Bekasi, sebenarnya sudah di mulai sejak 2020 lalu. Itu sudah biasa,” ungkap Ayung Sardi Dauly,  Sekretaris Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi, kepada Cendana News, Kamis (21/1/2021).

Pengelola SMK Bina Karya Mandiri 2 ini, mengakui dalam penerimaan siswa baru tahun ini hanya berdasarkan nilai raport dari semester satu hingga lima. Tahun ini, tandasnya, tentu berbeda dari sebelumnya karena tidak ada ujian nasional.

“Sekarang kan, tidak ada ujian nasional, patokannya nilai raport saja, dari semester satu sampai lima dari calon peserta didik baru,” papar Ayung mengaku SMK BKM 2 miliknya sudah membuka penerimaan sejak 2020.

SMK BKM 2 tahun ini memiliki target penerimaan peserta bidik baru 490 siswa dengan lima jurusan dimilikinya meliputi Otomotif dan Sepeda Motor, Industri, Komputer Jaringan dan Broadcast. Tapi yang paling favorit biasanya untuk jurusan Teknik Komputer Jaringan dan Otomotif.

Hal tersebut dikarenakan saat ini untuk jurusan dua jurusan itu tidak bisa lagi dibuka khusus untuk sekolah baru. Karena biasanya jurusan otomotif tidak matc dengan apa yang dibutuhkan di dunia kerja seperti di perusahaan otomotif tapi jurusan permesinan sama wilding.

“Sehingga saat ini, ada tambahan kompetensi untuk jurusan otomotif di tingkat SMK seperti teknik bisnis sepeda motor tidak hanya service tapi ke penjualan,” ujarnya dengan adanya perubahan kurikulum maka sekarang siswa itu harus dibekali marketing.

Namun demikian hak tersebut masih sebatas pilihan seperti matematika dan bahasa Indonesia  esensial perubahan menjadi matematika dan bahasa Indonesia terapan. Selain itu pelajar SMK juga wajib mengikuti PKL enam bulan.

“Sebelumnya PKL hanya empat bulan, tahun ajaran baru nanti enam bulan dan tambahan mata pelajaran marketing. Terakhir ada pengabdian ke masyarakat. Seperti di daerah harus turun ke desa menerapkan apa yang di dapat di SMK. Kalo di Kota mungkin namanya berbeda,” jelasnya.

Terlihat di SMK BKM 2, semua persyaratan protokol kesehatan mulai dari tempat cuci tangan d berbagai sudut, hand sanitazer, dan jalur untuk menjaga jarak sudah tersusun rapi dengan tanda.

Rhudi, guru sekolah dasar di wilayah Mustikajaya, mengakui selama pandemi Covid-19, sistem pembelajaran di rumah melalui daring, maka tidak ada sistem rangking kelas.

“Sebenarnya banyak komplain juga dari ibu-ibu, datang ke sekolah kenapa tidak ada sistem rangking kelas. Tapi dijelaskan karena ujian di rumah, maka semua ratakan saja,” ujarnya gurunya tidak mengetahui apakah soal dikerjakan anak didik atau wali muridnya.

Diakuinya untuk pendaftaran peserta didik baru dari tingkat SD-SMA di Kota Bekasi sudah banyak dibuka di sekolah swasta. Untuk sekolah negeri tentunya dilakukan secara serentak setelah ujian akhir digelar.

Lihat juga...