Selama Lima Tahun, 21 Pasar Tradisional di Agam Direnovasi

Salah satu pasar tradisional di Kabupaten Agam – foto Ant

LUBUKBASUNG – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), di sepanjang 2015 hingga 2019 atau lima tahun, telah merenovasi 21 unit pasar tradisional. Renovasi yang dilakukan telah menelan dana Rp16,7 miliar.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Agam, Riza Oktafiendi mengatakan, dana renovasi itu berasal dari APBD, Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Tugas Pembantuan dari APBN. Renovasi pasar dimulai sejak 2015. Di tahap awal dilakukan untuk tiga unit pasar, dengan dana Rp2,03 miliar. Kemudian di 2016 renovasi untuk tiga pasar menelan dengan dana Rp2,24 miliar.

Di 2017, untuk merenovasi lima pasar, menelan dana Rp1,43 miliar, di 2018 untuk renovasi lima pasar menelan dana Rp4,48 miliar dan di 2019 untuk merenovasi lima pasar menelan dana Rp3,33 miliar. “Di 2020 dijadwalkan merenovasi tiga unit pasar, namun tidak terealisasi, akibat anggaran yang direfocusing untuk penanganan COVID-19,” tandasnya.

Di 2021, Pemkab Agam bakal merenovasi pasar Batu Kambing, dengan anggaran sekitar Rp570 juta, yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). “Ini melihat ketersediaan anggaran, sehingga direnovasi hanya satu unit los besar,” katanya.

Renovasi pasar dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung, sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Di dalam ketentuan SNI, pasar harus memiliki toilet, ruang untuk salat, ruang tera, ruang menyusui dan sejumlah ruang serta fasilitas pendukung lainnya.

Namun, dari 38 pasar tradisional yang ada di daerah itu, belum ada pasar yang sesuai SNI. Karena untuk melengkapi fasilitas, membutuhkan anggaran cukup besar, yang diperkirakan sebesar Rp4 miliar, untuk pasar tipe D. Hal itu sesuai dengan Permendag No.37/2017, tentang Pedoman Pembangunan dan Pengelolaan Sarana Perdagangan. “Kami berusaha untuk melengkapi fasilitas di pasar tradisional sehingga SNI akan tercapai,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...