Selama Nataru, ASDP Layani 1,61 Juta Penumpang

Penumpang kapal. Selama masa angkutan Nataru 2020/2021, PT ASDP melayani sekira 1,61 juta penumpang dan 453 ribu unit kendaraan – Foto Ant

JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), melayani sekira 1,61 juta penumpang dan 453 ribu unit kendaraan, selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru 2021 (Nataru). Masa angkutan tersebut dimulai Kamis (18/12/2020) atau H-7, hingga Jumat (1/1/2021) atau H+7.

Masa angkutan tersebut diberlakukan di 10 lintasan yang terpantau khusus. “Realisasi produksi penumpang dan kendaraan mengalami penurunan signifikan, bila dibandingkan tahun lalu seiring pandemi Covid-19. Sebagian besar masyarakat mematuhi aturan pemerintah untuk tetap berada di rumah, serta mengurangi perjalanan ataupun liburan di hari raya,” kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin, di Jakarta, Minggu (3/1/2021).

Berdasarkan data Posko Pusat ASDP, dari H-7 hingga H+7, dari 10 lintasan terpantau khusus pergerakan penumpang mencapai sekitar 1,61 juta orang. Jumlahnya turun 42 persen, bila dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang mengangkut 2,80 juta orang.

Sementara untuk kendaraan roda dua yang diangkut sebanyak 104 ribu unit, atau turun 44 persen. Diperiode sama tahun lalu yang diangkut sebanyak 186 ribu unit. Untuk roda empat penumpang, yang diangkut tercatat sebanyak 212 ribu unit. Jumlahnya turun 29 persen, dibandingkan realisasi tahun lalu yang sebanyak 301 ribu unit.

Total kendaraan mencapai 453 ribu unit atau turun 30 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 644 ribu unit kendaraan. “Walau mengalami penurunan hingga 29 persen, kami lihat tren penggunaan mobil pribadi masih menjadi andalan pengguna jasa di tengah pandemi COVID-19. Khususnya di lintasan tersibuk Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk,” tambah Shelvy.

Shelvy menjelaskan, rata-rata pergerakan masyarakat di wilayah Sumatera, Jawa dan Bali. Hal itu dipengaruhi semakin mudah akses perjalanan darat dengan tol Trans Jawa dan Trans Sumatera. Hal itu membuat pergerakan via darat semakin cepat.

Shelvy mengungkapkan, dengan pembelian tiket via daring aplikasi Ferizy dan penerapan kuota pada muatan penyeberangan yang dilayani, ASDP memastikan trafik penumpang dan kendaraan dapat terdistribusi dengan baik. Sehingga mampu meminimalisasi antrean di pelabuhan, baik selama arus berangkat dan balik pada layanan Nataru ini. (Ant)

Lihat juga...