Semarang Utamakan Guru Honorer Untuk PPPK

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri saat dihubungi, Kamis (21/1/2021). -Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Kota Semarang sudah mengajukan penambahan jumlah guru melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK). Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri saat dihubungi, Kamis (21/1/2021).

“Kota Semarang seperti halnya wilayah lainnya, juga mengalami kekurangan guru, khususnya untuk jenjang SD-SMP, sesuai dengan kewenangan di tingkat pendidikan dasar menengah (dikdasmen),” paparnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya sudah mengajukan kebutuhan guru dengan skema PPPK kepada pemerintah pusat, terkait program 1 juta guru PPPK yang akan dilakukan pada 2021 ini.

“Namun berapa jumlah kuota yang diberikan melalui skema PPPK ini, kita belum mengetahuinya. Sejauh ini, untuk mengatasi persoalan kekurangan guru, masing-masing sekolah sudah melakukan perekrutan guru honorer untuk membantu,” terangnya.

Dipastikan untuk di Kota Semarang, meski berstatus guru honorer, mereka yang mengajar di sekolah negeri tetap mendapatkan gaji sesuai upah minimum kota (UMK)

“Gaji Guru Tidak Tetap (GTT) atau honorer, di sekolah negeri di Kota Semarang sudah di atas UMK. Anggarannya menggunakan APBD Kota Semarang. Namun untuk guru honorer di sekolah swasta, menjadi kewenangan masing-masing yayasan yang menaungi sekolah tersebut,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Litani Satyawati, saat dihubungi menjelaskan kebutuhan guru saat ini mencapai 2.570 orang, untuk jenjang SD-SMP.

“Kebutuhan ini sudah diajukan ke pemerintah pusat, yang nantinya akan dipenuhi melalui skema PPPK. Nantinya, dalam proses seleksi skema tersebut kita akan mengutamakan dari guru GTT atau honorer yang sudah terdaftar dan mengajar,” terangnya.

Ditegaskan, pihaknya tidak lagi membuka dari umum, namun diutamakan bagi guru honorer yang sudah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Disdik Kota Semarang.

“Guru yang diangkat melalui PPPK ini nantinya untuk guru mata pelajaran (mapel) maupun guru kelas. Secara terperinci, kebutuhan guru di Kota Semarang terdiri atas 2.269 guru mapel dan guru kelas. Ditambah guru agama, baik agama Islam, Kristen, Hindu dan lain-lainnya yang diperkirakan membutuhkan sebanyak 351 orang. Sehingga total kebutuhan mencapai 2.570 orang,” pungkasnya.

Lihat juga...