Sempat Vakum, PGRI Flotim Mulai Berbenah

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur (Flotim) yang sebelumnya sempat vakum, kini mulai dihidupkan kembali setelah adanya kepengurusan PGRI yang baru untuk masa bakti 2020 hingga 2025.

Setelah terpilih dan belum mendapatkan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan, pengurus terpilih langsung melakukan beberapa terobosan dan langkah cepat untuk mendukung pergerakan PGRI.

“Kami lakukan penentuan dan penataan Sekretariat PGRI Flores Timur sementara dan peninjauan lokasi aset tanah PGRI di Kelurahan Balela, Kecamatan Larantuka,” kata Ketua PGRI Flores Timur, Maksimus Masan Kian saat dihubungi Cendana News, Kamis (7/1/2021).

Maksimus Masan Kian saat ditemui di Kota Maumere, Jumat (18/12/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Maksi sapaannya mengatakan, pihaknya pun melihat lokasi untuk pembangunan rumah guru, kunjungan ke SMP dan SMA PGRI, merampungkan program kerja dan menyusun program kerja PGRI per tahunnya.

Ia mengatakan, pihaknya pun membangun komunikasi bersama Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) untuk memungut iuran anggota PGRI serta pendataan guru honor dan pemetaan sementara persoalan guru honor.

“Kami juga lakukan penyusunan uraian tugas pengurus, komunikasi ke provinsi untuk persiapan pembuatan kartu PGRI hingga tersambungnya komunikasi dengan Pengurus Besar (PB) PGRI di Jakarta,” jelasnya.

Maksi mengatakan, PGRI Flores Timur saat ini memang sangat membutuhkan kepedulian bersama dalam menatanya. Walau tertatih, organisasi PGRI terus mencoba untuk memulai dengan dukungan segenap guru yang ada di Flotim.

Setelah melewati proses konferensi kabupaten pada Rabu 16 Desember 2020 dengan memilih kepengurusan baru, pengurus, PGRI Flores Timur  telah menerima Surat Keputusan (SK) Kepengurusan dari pengurus PGRI Provinsi NTT.

“Penyerahan SK Pengurus PGRI Flores Timur ini, terjadi di Pelabuhan Larantuka, tepatnya di atas Kapal Motor Sinar Mutiara III, langsung dari Ketua Pengurus PGRI NTT, Drs. Simon Petrus Manu,” sebutnya.

Sementara itu Ketua PGRI NTT, Simon Petrus Manu, berharap agar kepengurusan PGRI Flotim yang baru bisa bekerja membenahi organisasi dan melakukan berbagai terobosan terutama meningkatkan kesejahteraan guru honor.

Simon mengatakan, kegiatan pengangkatan 1 juta guru honor oleh pemerintah pusat sangat membantu dimana untuk NTT diperkirakan satu kabupaten akan mendapat jatah seribu guru honor sehingga akan terbantu.

“Kebijakan pemerintah pusat dengan pengangkatan guru honor menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan sangat membantu guru honor. Juga akan meningkatkan mutu pendidikan secara merata di Indonesia,” ucapnya.

Lihat juga...