Semua Objek Wisata di Banyumas Tutup Selama PSBB

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Seluruh objek wisata di Kabupaten Banyumas mulai Senin (11/1/2021) tutup selama 14 hari ke depan, hingga tanggal 25 Januari, sebagai konsekuensi dari pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Banyumas Raya.

Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani, mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat kepada pengelola pariwisata di Banyumas perihal penutupan tersebut.

“Surat sudah kita sampaikan kemarin, antara lain kepada pemilik dan pengelola objek wisata dan desa wisata, pemilik dan pengelola tempat hiburan, jasa makanan serta Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI). Intinya, sebagai upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran Covid-19, harus dilakukan pembatasan kegiatan kemasyarakat dan untuk tempat wisata, semuanya diminta untuk tutup,” terangnya, Minggu (10/1/2021).

Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani, di Purwokerto, Minggu (10/1/2021). -Foto:Hermiana E. Effendi

Keputusan penutupan tersebut berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 1 tahun 2021 tentang pembatasan kegiatan kemasyarakatan, dalam rangka percepatan pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Lebih lanjut Asis menjelaskan, di Kabupaten Banyumas total ada 71 objek wisata yang sudah terdapat manajemen pengelolaan. Mereka ini yang diberikan surat terkait penutupan oleh Dinporabudpar.

“Kalau total jumlah objek wisata, termasuk yang belum dikelola oleh manajemen ada ratusan,” jelasnya.

Penutupan objek wisata selama 14 hari ke depan ini, lanjutnya, meskipun diakui berdampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata, namun tidak terlalu signifikan. Menurutnya, saat ini tingkat kunjungan wisata juga menurun dratis. Untuk akhir pekan, Sabtu dan Minggu, rata-rata kunjungan hanya kisaran seribu orang saja.

Jika dibandingkan dengan situasi normal sebelum pandemi, kunjungan pada akhir pekan di Lokawisata Baturaden saja bisa mencapai 20.000 orang.

“Tingkat kunjungan paling banyak selama masa pandemi Covid-19 adalah tanggal 3 Januari lalu, di Lokawisata Baturaden pengunjung mencapai 2.800 orang. Untuk hari libur lainnya hanya kisaran 1.000 orang,” kata Asis.

Menurutnya, tingkat kunjungan wisatawan sangat dipengaruhi oleh status atau kondisi daerah. Saat ini, penambahan angka positif serta jumlah kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Banyumas termasuk tinggi.

“Angka kematian pada bulan Januari ini sudah mencapai 30 orang, jadi sangat wajar kalau kunjungan wisata juga sepi,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu warga di sekitar Lokawisata Baturaden, Sukmono, mengatakan penutupan kembali objek wisata tentu akan sangat berdampak pada masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup dari Lokawisata Baturaden, serta objek wisata lain di kawasan tersebut.

“Mulai dari tukang parkir, warung makan, penjual kaos ataupun suvenir pasti sangat terpukul dengan adanya penutupan kembali objek wisata,” katanya.

Lihat juga...