Sepanjang 2020, Kasus Narkoba di Sumsel Meningkat

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri S – Foto Ant

PALEMBANG – Kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami peningkatan disepanjang 2020.

“Berdasarkan data pengungkapan kasus narkoba bersama jajaran di 17 kabupaten dan kota, disepanjang 2020 ini tercatat ada 1.812 kasus atau mengalami peningkatan sekitar 13 persen, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 1.599 kasus narkoba,” kata Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri S, dalam rilis kinerja jajaran sepanjang 2020, di Palembang, Kamis (31/12/2020).

Berdasarkan data pengungkapan kasus tersebut, sepanjang tahun ini pihaknya mengamankan 2.318 tersangka pemakai dan pengedar narkoba. Serta menyita barang bukti 831 kg ganja, 83 kg sabu, dan 40 ribu butir pil ekstasi.

Melihat masih tingginya kasus narkoba di wilayah hukum Polda Sumsel, pihaknya berupaya meningkatkan kegiatan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di 2021. Upaya tersebut akan melibatkan partisipasi masyarakat. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, kegiatan penyuluhan mengenai bahaya narkoba bagi masyarakat terutama generasi muda diupayakan untuk bisa lebih gencar.

“Pelaku pengedar dan pemakai narkoba berada di tengah-tengah lingkungan masyarakat, untuk membatasi ruang gerak mereka, dibutuhkan dukungan masyarakat karena tidak mungkin bisa terpantau semuanya oleh aparat kepolisian yang jumlahnya terbatas,” ujarnya.

Penanganan masalah narkoba disebutnya sebagai tanggung jawab bersama. Jika masyarakat mengetahui ada aktivitas peredaran dan pemakaian narkoba, diminta untuk menginformasikan kepada aparat kepolisian terdekat. “Siapapun yang terbukti mengedarkan, menyimpan, dan mengonsumsi narkoba akan dikenakan tindakan hukum secara tegas,” pungkas Kapolda Sumsel. (Ant)

Lihat juga...