Setelah Divaksin Risiko Terinfeksi COVID-19 Turun 65 Persen

Seorang pekerja medis menyuntikkan vaksin COVID-19 "Sputnik V" pada seorang relawan dalam uji klinis tahap tiga di Moskow, Rusia (15/9/2020). ANTARA

JAKARTA – Masyarakat diajak untuk semangat mengikuti program vaksinasi COVID-19, karena setelah divaksin, risiko terinfeksi penyakit tersebut turun sekira 65 persen.

“Dengan divaksinasi, risiko kita terpapar COVID-19 sudah menurun 65 persen. Jadi dengan kondisi ini, kita harus mau menerima vaksin, supaya kita bisa melindungi diri kita dan orang di sekitar kita,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi COVID-19, dr Siti Nadia Tarmizi, Kamis (21/1/2021).

Ia menyadari, saat ini banyak beredar berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait COVID-19 dan dampak vaksinasi COVID-19. Berita-berita tersebut membuat masyarakat menjadi ragu, untuk mengikuti vaksinasi COVID-19. “Berita ini kemudian membuat kita salah mengartikannya, bahkan bersifat hoaks,” tandasnya.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi – Foto Ant

Namun demikian ia meyakinkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah mengeluarkan izin penggunaan vaksin COVID-19 dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan surat ketetapan halal vaksin tersebut.

Untuk itu, masyarakat diminta untuk tidak percaya dengan berita hoaks. Tetapi lebih percaya bahwa, setiap upaya yang dilakukan pemerintah, termasuk upaya vaksinasi COVID-19, adalah demi menjamin kesehatan masyarakat dari bahaya penyakit yang ditularkan oleh virus SARS-CoV-2 tersebut. “Presiden, bahkan secara langsung menerima vaksin tersebut. Maka sudah bisa dipastikan bahwa vaksin yang kita gunakan ini adalah vaksin yang bermutu dan aman,” tandasnya.

Ia berharap, masyarakat tidak ragu mengikuti vaksinasi COVID-19 dan tidak takut dengan vaksin. Terlebih jika harus dibandingkan dengan virus penyebab penyakit tersebut, karena dengan divaksinasi risiko terinfeksi COVID-19 akan menurun hingga 65 persen. “Jadi dengan kondisi ini, kita seharusnya mau menerima vaksin supaya kita bisa melindungi diri kita dan orang di sekitar,” katanya.

Kendati demikian, masyarakat tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, termasuk setelah menerima vaksinasi. “Tetap terapkan protokol kesehatan, karena kita dalam situasi pandemi dan tubuh sendiri membutuhkan waktu untuk membuat antibodi,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...