Sikka Siapkan Tiga Tempat Khusus Rawat Pasien Corona

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Pemerintah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan 3 tempat untuk dijadikan tempat isolasi bagi para pasien untuk menjalani karantina terpusat akibat positif Covid-19.

Penanggungjawab tempat isolasi pasien Covid-19 di bekas rumah pemulihan stunting, Aurelia Mariani saat ditemui di tempat isolasi di Kelurahan Kota Baru, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Jumat (15/1/2021). Foto : Ebed de Rosary

Ketiga tempat tersebut yakni gedung isolasi di Kelurahan Kota Baru, belakang swalayan Roxy, gedung isolasi di belakang kantor Dinas Kesehatan dan gedung isolasi di belakang RS TC Hillers Maumere.

“Kami setiap hari melakukan pengecekan suhu, melakukan sceeening keadaan pasien disini,” kata Aurelia Mariani, penanggungjawab tempat isolasi pasien Covid-19 saat ditemui di tempat isolasi di Kelurahan Kota Baru, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Jumat (15/1/2021).

Aurelia mengatakan, setiap orang yang menempati gedung isolasi dicek apakah mengalami batuk dan flu dan apabila mengalami, akan dilakukan terapi.

Ia katakan, gedung bekas rumah pemulihan stunting ini merawat 11 orang positif rapid antigen dimana satu orang merupakan pelaku perjalanan dan 10 lainnya merupakan transmisi lokal.

“Yang dirawat disini ada 11 orang dimana 1 orang pelaku perjalanan dan sisanya merupakan transmisi lokal. Warga Kabupaten Sikka harus menaati protokol kesehatan karena banyak kasus transmisi lokal,” pesannya.

Sementara itu Tens Keytimu, petugas posko yang ditemui sedang bertugas mengaku terdapat 2 shift petugas yang menjaga di lokasi depan tempat karantina dengan mendirikan posko dari terpal.

Para petugas berasal dari karyawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka, Tagana Sikka serta Palang Merah Indonesia (PMI) Sikka yang mana masing-masing terdiri dari 10 orang.

“Kami bertugas selama 2 shift sehingga selama 24 jam terdapat petugas yang menjaga posko guna melayani keperluan warga yang menempati ruang isolasi terpusat. Kami juga mengawasi mereka agar tetap menerapkan protokol kesehatan agar bisa segera sembuh,” ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Bidang Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, dr. Clara Y. Francis menyebutkan, ruang isolasi di Dinas Kesehatan merawat 2 orang yang positif rapid antigen.

Selain itu kata Clara, terdapat 6 orang masuk RS TC Hillers Maumere tanggal 12 Januari 2021 dengan berbagai keluhan dan berdasarkan rapid antigen dinyatakan positif Covid-19.

“Terdapat 8 tenaga kesehatan dan 10 karyawan bank juga sudah dilakukan pengambilan sampel swab karena rapid antigennya positif. Mereka juga mengalami karantina terpusat dan ada yang menjalani karantina mandiri di rumah,” ungkapnya.

Lihat juga...